
Sumber: Getty/Carl Recine
SABANEWSINDO.com – Trent Alexander-Arnold mengatakan bahwa dominasi Liverpool membuat pertandingan melawan klub seperti Manchester City dan Real Madrid jadi terlihat mudah.
Liverpool tampil menggila di bawah asuhan pelatih berdarah Belanda, Arne Slot. Bisa dikatakan, klub berjuluk The Reds itu merupakan kandidat terkuat juara di dua kompetisi papan atas, Premier League dan Liga Champions.
Hal ini tercermin dari posisi mereka di klasemen saat ini. Liverpool mampu menduduki puncak di dua kompetisi tersebut. Ini jelas di luar prediksi banyak orang, yang merasa bahwa The Reds akan kembali ke masa kegelapannya pasca ditinggal Jurgen Klopp.
Bukan cuma posisinya di klasemen yang membuat orang jadi terpukau. Liverpool juga mampu menangani klub-klub besar seperti Real Madrid dan Manchester City di dua kompetisi tersebut dengan skor 2-0.
Wajar apabila mereka bisa merasa percaya diri. Seperti yang Trent Alexander-Arnold katakan kepada Sky Sports, saat ditanya apakah Liverpool membuat kedua laga itu ‘terlihat mudah’. “Ya, khususnya di kedua laga itu.”
Baca juga: Duel Everton vs Liverpool Resmi Ditunda, Kira-kira Digelar Lagi Kapan?
“Tentu saja mereka bukan lawan yang mudah, tapi ketika anda bisa membuatnya terlihat mudah, itu menunjukkan kualitas para pemain dan tim serta pemahaman yang kami miliki,” lanjut pemain yang berposisi sebagai bek sayap tersebut.
“Jadi kekuatannya memang ada, kami tahu mampu melakukan itu. Ini hanya soal konsistensi. Hal terberat untuk dilakukan dalam dunia sepak bola adalah konsisten. Kami belum sampai setengah musim, jadi perjalanannya masih sangat panjang.”
Alexander-Arnold juga menjadikan kemenangan atas Manchester City dan Real Madrid sebagai bukti keseriusan tim. Bahwa mereka ingin meraih semua trofi yang tersedia dari berbagai kompetisi, tanpa memedulikan tingkat kesulitannya.
“Mungkin mereka adalah dua rival terbesar kami di Eropa dan domestik dalam lima atau enam tahun terakhir. Saya merasa kami kesulitan untuk melampaui mereka sebagai sebuah tim,” lanjut pria berumur 26 tahun tersebut.
“Jadi, bisa mengalahkan mereka dalam rentang waktu beberapa hari saja adalah sebuah bentuk pengiriman pesan kepada semua orang, bahwa kami adalah tim yang nyata,” tutupnya.
(Sky Sports)