
Sumber: Instagram @judebellingham
SABANEWSINDO.com – Pecinta sepak bola mungkin masih ingat dengan kejadian kartu merah yang diterima mantan bintang Manchester United, David Beckham, ketika membela Timnas Inggris. Hal tersebut diyakini bisa terulang pada Jude Bellingham.
Insiden kartu merah itu terjadi pada tahun 1998 lalu. Kala itu, Beckham masih menjadi salah satu pemain muda berbakat yang dimiliki Inggris dan Manchester United. Sehingga publik mematok ekspektasi yang besar terhadap dirinya.
Hanya karena satu kartu, Beckham berubah dari bintang menjadi musuh masyarakat. Di tahun itu, Beckhan menerima panggilan dari Timnas Inggris untuk ikut serta dalamn ajang bergengsi, Piala Dunia.
Inggris mampu melaju hingga babak 16 besar, di mana The Three Lions dihadapkan dengan Argentina. Duel berlangsung sengit dan panas. Pada awal babak kedua, Beckham tersulut emosi hingga menendang kaki Diego Simeone.
Wasit yang memimpin pertandingan tidak segan mengeluarkan kartu merah untuk Beckham. Inggris pun harus bermain dengan 10 orang. Dan setelah memaksa pertandingan berlanjut panjang, Inggris tersingkir melalui drama adu penalti.
Baca juga: Carlo Ancelotti: Saya Sangat Bahagia di Real Madrid
Balik ke masa sekarang, Beckham sudah tidak lagi bermain. Kini Inggris bertumpu pada Jude Bellingham yang tengah bersinar di Real Madrid. Ia diharapkan mampu membantuk pasukan Gareth Southgate melaju jauh dalam ajang Euro 2024 mendatang.
Seperti Beckham, Bellingham menjadi tumpuan di usia yang masih muda. Mantan pelatih Newcastle, Alan Pardew, takut kalau Bellingham bisa mengalami hal serupa pada kompetisi kali ini.
“Di belakang kamera kemarin, dia membangkitkan semangat penonton. Seorang motivator. Membangkitkan semangat tim, berbicara, dia adalah seorang pesepakbola yang hebat,” kata Pardew kepada TalkSport.
“Kami beruntung bisa memiliki dia, mungkin dia adalah salah satu dari tiga pemain terbaik di dunia saat ini. Dia adalah talenta yang luar biasa dan akan mengalami momen seperti Beckham,” lanjutnya.
“Dia akan mengalami momen ketika dia melakukan sesuatu, seperti berbicara dengan kurang dewasa dan terlibat masalah, mari berharap itu tidak terjadi pada turnamen ini. Sebab saya berpikir kalau dia sangat, sangat penting,” pungkasnya.
(Talksport)