
Sumber: Instagram @arsenal
SABANEWSINDO.com – Sejak dipegang Mikel Arteta, Arsenal belum pernah berhasil mendapatkan kemenangan setiap kali bertandang ke markas Liverpool. Mereka menjadikan fakta itu sebagai ambisi untuk meraih tiga poin perdananya pada akhir pekan ini.
Arteta mulai menukangi Arsenal pada tahun 2019 lalu usai menimba ilmu dari Josep Guardiola di Manchester City. Sejak itu, menurut catatan, Arsenal telah bertandang ke markas the Reds sebanyak lima kali di berbagai kompetisi.
Namun tak pernah sekalipun the Gunners bisa mengalahkan Liverpool dalam waktu normal. Sekali mereka bisa menang, itu terjadi melalui drama adu penalti pada ronde keempat Carabao Cup usai bermain imbang 0-0.
Dalam cakupan 90 menit, rekor terbaik Arsenal melawan Liverpool selama diasuh Arteta adalah hasil imbang dengan skor 2-2 di musim lalu. Mereka juga pernah mencatatkan hasil seri di pentas Carabao Cup pada awal tahun 2022.
Dan pada Minggu (24/12/2023) dini hari nanti, Arteta akan melakukan lawatan keenamnya ke Anfield. Pelatih berdarah Spanyol itu bertekad mencuri poin penuh untuk memuluskan langkahnya menuju trofi Premier League.
Baca juga: Peringatan Buat Chelsea dan Arsenal, Ivan Toney Takkan Dijual Murah!
“Kami telah melakukannya di Old Trafford, Stamford Bridge, dan banyak tempat lain yang di tahun-tahun sebelumnya tak pernah kami lakukan dan itulah tantangan berikutnya,” kata Arteta seperti dikutip dari situs resmi klub.
“Pergi ke sana dan menang. Jika anda ingin berada di puncak, anda harus ke tempat-tempat itu dan bermain dominan lalu menang. Itulah yang akan kami coba lakukan,” lanjutnya.
Beberapa waktu terakhir, entah kenapa, fans Liverpool tampak tidak bergairah dalam memberikan dukungan. Sampai-sampai Jurgen Klopp selaku pelatih mengkritik pendukung yang tidak membuat atmosfir Anfield jadi menakutkan buat lawan.
Arteta berniat mendiamkan Anfield lagi pada laga nanti. “Saya pikir jika anda bermain lebih baik dari mereka, dan anda akan membuat kerumuman diam jika mampu dominan dan menjadi lebih baik dari mereka,” tuturnya.
“Anda harus menderita di setiap laga. Bagaimana anda bisa melewati momen itu bersama, cara melakukannya? Bagaimana anda melalui momen itu? Itu masalah besarnya, dan tahun lalu kami pernah melalui momen itu, khususnya di babak kedua.”
“Kami mengalami beberapa kesulitan untuk mengalahkan mereka. Mereka menjadikan periodenya terlalu panjang dan anda harus mampu membalikkan periode itu serta kembali dalam situasi permainan yang diinginkan,” pungkasnya.