Sumber: Pixabay
SABANEWSID.com – Barcelona akan kembali berhadapan dengan aturan La Liga terkait kebijakan pengelolaan keuangan di musim ini. Sejumlah penyesuaian terpaksa dilakukan, karena Barcelona harus menjalani musim ini dengan mempertimbangkan batasan gaji pemain yang harus dibayarkan, alias salary cap.
Di musim lalu, Barcelona memiliki batas gaji sebesar €648,8 juta untuk membayar pemain mereka sesuai peraturan La Liga. Salary cap tersebut ditetapkan menyusul penjualan sejumlah aset sebesar €667 juta pada tahun sebelumnya.
Namun, seperti di musim sebelumnya, Barcelona kembali gagal menjaga neraca keuangan mereka sesuai dengan salary cap yang ditetapkan La Liga. Mereka menghabiskan sekitar €566 juta, tapi sekarang mereka sudah melebihi batasnya lagi, seperti yang terjadi di musim-musim sebelumnya. Menurut Relevo, alhasil, batas gaji baru mereka ditetapkan hanya €270 juta tanpa penjualan aset.
Baca juga: Joao Felix dan Joao Cancelo Dapat “Challenge” Khusus di Barcelona
Barcelona optimis dengan kinerja klub, memangkas beban gaji yang harus dibayarkan sebesar €162 juta selama periode tersebut, seiring dengan kepergian pemain bintang seperti Gerard Pique, Jordi Alba dan Sergio Busquets. Tagihan gaji yang baru mereka adalah sekitar €404 juta. Itu berarti, beban gaji yang harus dibayarkan Barcelona bakal melebihi angka saat ini sebesar €134 juta, lebih dari 49%.
Ini berarti bahwa Barcelona hanya akan dapat menghabiskan 50% dari uang yang mereka simpan untuk gaji yang mereka keluarkan dari tagihan gaji mereka, ditambah 50% dari tambahan yang mereka hasilkan dari penjualan, sampai mereka kembali berada dalam posisi finansial yang berimbang.
Direktur Olahraga Barcelona yang baru Deco baru saja tiba di klub, tapi sepertinya dia hanya punya sedikit ruang untuk bermanuver. Penyerang Brasil Vitor Roque sudah dijadwalkan untuk tiba pada bulan Juli 2024, meskipun klub akan mencoba untuk memajukan kesepakatan itu hingga Januari, namun itu berarti tambahan €30 juta ditambah €31 juta sebagai variabel untuk biaya mereka, dan gaji yang harus dibayarkan juga akan menambah beban keuangan klub.
Terkait salary cap atau batasan gaji yang ditetapkan La Liga ini bertujuan untuk melindungi klub dari aturan Financial Fair Play (FFP). Salary cap sendiri merupakan jumlah maksimal pengeluaran yang bisa dikeluarkan oleh klub untuk membayar gaji pemain dan pelatih yang terdaftar di tim utama.
Jika melihat beberapa musim lalu, terutama di periode pandemi, salary cap untuk tiga klub teratas La Liga, yaitu Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid telah dipangkas nyaris 50%. Pemangkasan tersebut terus dilakukan dengan penetapan salary cap yang dilakukan oleh La Liga untuk setiap klub dengan melihat kondisi keuangan klub itu sendiri.
Sejak aturan salary cap La Liga ini diberlakukan, Barcelona sudah melakukan banyak pengorbanan, mulai dari melepas Lionel Messi, meminta pemain lama dan baru untuk mengurangi gaji bila bersedia bergabung dengan tim, hingga harus melepas sejumlah aset dan pemain bintang untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub.
Sebelum diambil alih Joan Laporta di posisi presiden klub, Barcelona memiliki hutang yang nilainya lebih dari 1 miliar Euro.