
Sumber: Getty/Stuart Franklin
SABANEWSINDO.com – Bayern Munchen akan melakukan segala cara agar Jamal Musiala bisa bertahan di Allianz Arena selama mungkin. Tidak terkecuali dengan memagarinya dari pendekatan klub lain dengan mega kontrak.
Musiala bergabung dengan Bayern Munchen pada tahun 2019 lalu pada usia yang sangat muda. Mereka mendeteksi bakatnya setelah memantau kiprahnya bersama tim muda klub raksasa Inggris, Chelsea.
Tidak butuh waktu lama bagi Musiala untuk menembus skuat utama Bayern Munchen. Pada usia 17 tahun, ia mencatatkan debutnya dan menjadi pemain termuda dalam sejarah Bayern Munchen di Bundesliga.
Sejak saat itu, ia dikenal sebagai salah satu wonderkid terbaik dalam dunia sepak bola. Ketertarikan dari berbagai klub papan atas Eropa mulai berdatangan, tapi Die Bavarians masih mampu untuk mempertahankannya.
Upaya pendekatan terhadap Musiala akan terus ada. Beberapa laporan sempat mengatakan bahwa sang pemain masuk dalam rencana transfer Manchester City. Ada juga yang menyebutkan kalau Musiala menarik minat Real Madrid.
Baca juga: Diminati MU dan Arsenal, Leroy Sane Pilih Bertahan di Bayern Munchen
Tahu betapa besar potensi Musiala, Bayern Munchen pun mencoba untuk mempertahankannya lebih lama lagi. Salah satu caranya adalah dengan memberinya kontrak baru dengan nilai gaji setinggi langit.
Jadi, dalam laporan BILD, diketahui bahwa Bayern Munchen sudah menyiapkan proposal bernilai lebih dari 100 juta euro. Raksasa Bundesliga itu juga mau mengikatnya dengan kontrak panjang, berlaku sampai tahun 2030.
Jika dihitung, Musiala akan menerima bayaran lebih dari 20 juta euro per musim. Angka ini akan melebihi bayaran Harry Kane dan Robert Lewandowski, yang di mana mereka adalah dua pemain dengan bayaran tertinggi dalam sejarah Bundesliga.
Belum diketahui secara pasti kebenaran dari nilai tersebut. Tapi beberapa waktu lalu, Max Eberl selaku direktur olahraga Bayern Munchen pernah mengkonfirmasi bahwa obrolan dengan Musiala sedang berjalan di balik layar.
“Ini bukan sekadar ‘harapan untuk sesuatu’. Yang bisa saya katakan adalah bahwa kami sedang berbicara dengan sangat, sangat intensif. Kemudian kedua belah pihak harus mencapai kesepakatan,” kata Eberl.
(BILD)