
Sumber: Instagram @pecco63
SABANEWSINDO.com – Francesco Bagnaia bersyukur Jorge Martin memberikan tekanan secara konsisten kepadanya dalam perebutan gelar juara MotoGP 2023. Sebab tanpa itu, ia tidak akan merasakan serunya mengangkat piala pada seri terakhir.
Bagnaia menuntaskan perjalanannya di musim 2023 sebagai juara dengan koleksi 467 poin pada klasemen akhir. Unggul jauh dari Jorge Martin yang menempati posisi kedua dengan raihan 428 poin.
Selisih yang cukup jauh itu seolah menunjukkan dominasi Bagnaia selama kompetisi berlangsung. Ditambah, pembalap Ducati Lenovo tersebut hampir tidak pernah meninggalkan singgasananya.
Akan tetapi, beberapa kali tercipta momen di mana Bagnaia cukup terancam. Bahkan kedua pembalap ini sempat berada dalam posisi berdekatan di klasemen. Karena itu, sempat tercetus gagasan bahwa Bagnaia bakal tersalip.
Namun pada akhirnya, tekanan yang diberikan Martin tidak memberikan dampak negatif kepada Bagnaia. Malah pria asal Italia tersebut bersyukur karena tekanan dari rival membakar motivasinya untuk keluar sebagai juara.
Baca juga: Fabio Quartararo Mengaku Butuh Bantuan Psikolog Buat Atasi Sifat Temperamen
“Tekanan adalah sebuah keistimewaan. Tanpa hal ini, sensasi ini, anda tidak akan menikmatinya. Menang atau kalah punya kemungkinan tekanan berbeda dan itu bagus,” kata Bagnaia kepada MotoGP.com.
“Itu adalah hal terbaik. Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Jorge karena dia membantu saya untuk bisa merasakan lebih,” lanjut pria yang juga menjuarai MotoGP musim 2022 tersebut.
Sekarang Bagnaia tengah menatap ke depan. Ia tentu punya ambisi untuk kembali keluar sebagai juara. Tapi masalahnya, tantangan di musim depan akan lebih berat mengingat Marc Marquez telah pindah ke Ducati Gresini.
Dominasi Ducati bersama tim satelitnya terlihat jelas pada musim lalu. Marquez mengalami kesulitan ketika membela Repsol Honda, dan kepindahannya ke Ducati Gresini diyakini banyak kalangan bakal berbahaya bagi pembalap lain.
“Tahun depan akan ada Marc dengan Ducati, ada Bezzecchi, mungkin akan ada Quartararo bersama Yamaha, Morbidelli dengan Ducati dan anda tidak boleh melupakan soal KTM,” Bagnaia menuturkan.