Sumber: Reuters/Andrew Boyers
SABANEWSID.com – Francescco Bagnaia dalam posisi memimpin 14 angka di klasemen pembalap untuk gelar juara dunia MotoGP 2023 jelang berlaga di MotoGP Qatar. Secara matematis, Bagnaia bisa menjadi juara dunia dengan skenario tertentu.
Jika Bagnaia bisa menjadi juara, sementara rival terdekatnya Jorge Martin gagal finis, secara otomatis dia akan menjadi juara dunia karena perolehan angkanya tak bisa terkejar lagi.
Namun bagi Bagnaia skenario tersebut akan sulit terwujud. Bukan hanya karena Jorge Martin yang akan tampil ngotot, juga karena tekanan yang dihadapinya bakal berbeda.
“Jujur, saya tidak menganggap akhir pekan ini sebagai match point,” katanya.
“Saya pikir satu-satunya kemungkinan adalah jika Jorge mempunyai masalah, karena tanpa masalah mustahil mendapatkan 23 poin di balapan akhir pekan dengan level yang kami miliki saat ini.”
“Saya menjalani akhir pekan ini seperti akhir pekan biasa,” tambah pria Italia itu. “Saya tahu betul bagaimana tekanan bisa datang, dan saat ini saya merasa satu-satunya cara untuk kembali dinobatkan sebagai juara dunia adalah dengan terus berusaha dan menjadi yang terdepan.
“Jadi tekanannya berbeda dibandingkan dengan apa yang saya rasakan di Valencia [penentu gelar] tahun lalu. Saya hanya ingin menikmati, mendorong seperti yang saya inginkan dan mencoba untuk selalu berada di depan dengan mungkin posisi terdepan lagi.
“Itu adalah trek yang saya sukai. Kami selalu kompetitif di sini, kecuali tahun lalu yang merupakan momen musim yang salah [untuk motor kami]. Tapi rekor putaran tetap menjadi milik saya dan saya pikir motor kami sangat cocok dengan trek ini.”
Hal terbesar yang tidak diketahui menjelang akhir pekan adalah aspal Lusail baru, yang sekarang sudah ada data MotoGP sebelumnya.
“Kami tahu bahwa aspal telah dilapisi kembali dan ini bisa menjadi pertanyaan besar bagi ban. Saya pikir ini akan menuntut ban karena masih baru. Mari kita lihat,” kata Bagnaia.