
Sumber: Getty/Anadolu
SABANEWSINDO.com – Jose Mourinho memiliki beberapa penyesalan terkait keputusan selama berkarir sebagai pelatih. Salah satunya adalah meninggalkan Real Madrid terlalu dini.
Mourinho adalah salah satu pelatih tersohor di era sepak bola modern. Namanya meroket setelah berhasil menggemparkan dunia sepak bola dengan menciptakan cerita dongeng, di mana dirinya berhasil membawa FC Porto juara Liga Champions.
Kesuksesan itu menunjukkan betapa besar kemampuan Mourinho dalam meracik strategi demi kemenangan. Sudah jelas kalau banyak klub yang menginginkan jasanya. Real Madrid sendiri mendapatkan tanda tangannya pada tahun 2010.
Sebelum bicara soal Los Merengues, perlu diketahui bahwa Mourinho memiliki sindrom tiga tahun. Di mana dirinya tidak bertahan lebih dari tiga musim bersama satu klub. Umumnya, akhir perjalanan Mourinho ditutup dengan surat pemecatan karena penurunan performa klub.
Namun dalam kasus Real Madrid, ia memilih untuk hengkang. Padahal menurut ceritanya, Florentino Perez selaku presiden Los Merengues sudah membujuknya untuk bertahan. Namun ia lebih memilih kembali ke pelukan Chelsea.
Baca juga: Liverpool Bersinar, Tapi Cristiano Ronaldo Yakin Real Madrid Juara Liga Champions
“Penyesalan? Ada banyak jika kita bicara soal pertandingan. Terkait keputusan profesional, kata tidak ke Florentino [Perez],” kenang The Special One soal perjalanan karirnya di Real Madrid, kala berbicara dengan Corriere dello Sport.
“Dia bilang ke saya: ‘Mou, jangan pergi sekarang, anda sudah melalui bagian berat, sekarang yang terbaik sedang dimulai’. Saya tahu kalau itu benar, tapi saya ingin kembali ke Chelsea usai tiga tahun melalui tantangan berat di Spanyol,” lanjutnya.
Penyesalan berikutnya yang masih dipendam oleh pelatih asal Portugal itu adalah keputusannya untuk tidak meninggalkan AS Roma lebih cepat. Ia mengaku seharusnya bisa pergi setelah mengantar tim raksasa Italia itu mencapai final Europa League.
“Kemudian Budapest. Bukan karena kekacauan yang ditimbulkan [wasit, Anthony] Taylor, tapi karena saya tidak pergi dengan segera. Saya seharusnya meninggalkan Roma. Saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan.”
Setelah final itu, Mourinho memang bertahan di Stadio Olimpico. Ternyata perjalanannya tidak bisa berlangsung lebih lama lantaran pihak klub memberinya surat pemecatan selang enam bulan sejak final tersebut.
(Corriere dello Sport)