
Sumber: Instagram @mrancelotti
SABANEWSINDO.com – European Super League kembali membuat geger jagat sepak bola dunia. Baru-baru ini, penyelenggaraan telah dibolehkan untuk lanjut setelah Pengadilan Uni Eropa tidak mensahkan larangan yang dibuat UEFA.
Wacana European Super League mencuat pada tahun 2021 lalu, di mana ada 12 klub yang menyatakan siap terlibat. Real Madrid, Barcelona, dan Juventus disebut-sebut sebagai otak dari kompetisi tersebut.
Sembilan klub lain yang terlibat merupakan nama-nama besar di Eropa, seperti Manchester City, Manchester United, Chelsea, AC Milan hingga Inter Milan. Sayangnya, wacana digelarnya European League mengundang reaksi negatif dari publik.
Sejumlah fans klub yang terlibat menyuarakan penolakan terhadap kompetisi tersebut. Bahkan beberapa sampai turun ke jalan untuk mengeluarkan opininya. Selang beberapa hari usai pengumuman, sejumlah klub memutuskan untuk menarik diri.
Juventus menjadi klub terakhir yang mengundurkan diri, itupun setelah Andrea Agnelli turun dari jabatannya sebagai presiden klub. Hingga kini, hanya Real Madrid dan Barcelona yang masih dipastikan ikut dalam kompetisi kontroversial tersebut.
Baca juga: CEO European Super League: Klub Dimonopoli oleh Diktator Selama 70 Tahun!
Klub urung mengikuti European Super League karena desakan dari UEFA dan bahkan FIFA. Dua federasi sepak bola tertinggi itu melontarkan sejumlah ancaman kepada klub yang hendak terlibat dan mengecam penggelaran kompetisi.
Hal itu kemudian dibawa ke meja hijau. Dan pada hari Kamis (22/12/2023), Pengadilan Uni Eropa menyatakan pelarangan yang dilakukan UEFA tidak sah karena tak sesuai dengan kebebasan menggelar kompetisi.
Artinya, A22 selaku penyelenggara kompetisi telah mendapat lampu hijau untuk melangsungkan European Super League. Keputusan tersebut lantas mendapatkan reaksi positif dari Carlo Ancelotti selaku pelatih Real Madrid.
“Ini adalah keputusan penting untuk seluruh sepak bola, untuk semua klub. Beberapa mungkin tidak begitu yakin, tapi sudah jelas bahwa tidak boleh ada monopoli yang berjalan di dunia kami,” katanya kepada Diario AS.
“Ini akan menjadi hal yang positif. Ini akan memperbaiki kalender internasional, di mana itu menjadi kekhawatiran kami. Waktu akan menunjukkan kalau kompetisi tersebut merupakan hal positif, saya yakin,” lanjutnya.
“Saya belum punya waktu untuk melihat format kompetisinya, tapi saya akan melakukannya. Saya ulangi bahwa keputusan ini akan menjadi hal yang sangat baik untuk sepak bola,” tutup pria asal Italia tersebut.
(Diario AS)