
Sumber: Instagram @chelseafc
SABANEWSINDO.com – Laga final Carabao Cup melawan Liverpool yang digelar pada Minggu (24/2/2024) nanti bisa saja dimenangkan oleh Chelsea. Sebab ada satu faktor khusus yang membuat The Blues sanggup mengungguli sang lawan.
Chelsea tentunya sangat berharap bisa memenangkan ajang ini. Sebab mereka mengalami banyak ketidakberuntungan sepanjang musim 2023/24, yang membuatnya jadi bertengger di peringkat ke-10 dalam klasemen sementara Premier League.
Ya, musim ini tidak berjalan dengan baik buat Mykhailo Mudryk dkk. Mereka telah mencatatkan 10 kekalahan dari 25 laga, dan kerap menjadi bulan-bulanan kritik karena performanya yang tidak memuaskan.
Kemenangan atas Liverpool dalam laga final Carabao Cup bisa menjadi pemanis di tengah musim yang buruk. Keduanya akan bertemu di Wembley, yang sudah cukup familiar buat Mauricio Pochettino selaku pelatih Chelsea.
Seperti diketahui, Pochettino pernah menjabat sebagai pelatih Tottenham. Klub berjuluk The Lilywhites itu pernah menjadikan Wembley sebagai markasnya ketika Tottenham Hotspur Stadium tengah dibangun pada tahun 2017 hingga 2019.
Baca juga: Eden Hazard Sempat Tak Kepikiran Pindah ke Chelsea: Waktu Itu Mereka Kurang Bagus!
“Kami punya 90 menit untuk mencapai itu [gelar Carabao Cup] dan kami akan berjuang. Saya pikir tim sudah siap, kami bakal tampil sangat kompetitif dan ini merupakan kesempatan luar biasa bagi kami,” kata Pochettino, dikutip Goal International.
“Wembley seperti rumah, karena kami sering bermain di sana bersama Tottenham. Rasanya seperti kembali ke rumah, sebab setelah satu stengah tahun berkompetisi di sana kami membuat ikatan yang sangat baik di antara Wembley, tim, dan semua.”
“Sudah jelas akan menjadi sebuah hal yang spesial untuk bermain di sana dan spesial jika kami menang. Kami akan memberikan yang terbaik buat bersaing, menjadi lebih baik dari Liverpool dan pantas untuk meraih trofi,” lanjutnya.
Kesuksesan di Carabao Cup juga bisa menjadi sebuah catatan tersendiri dalam karier Pochettino selaku pelatih. Carabao Cup bisa menjadi trofi pertamanya setelah cukup lama melanglang buana di Inggris.
Pochettino mendarat pertama kali di Inggris sebagai pelatih pada tahun 2013, ketika ditunjuk sebagai pelatih Southampton. Dan seperti diketahui, ia juga pernah menukangi Tottenham. Tapi tak sekalipun ia pernah meraih gelar di sana.
(Goal.com)