
Sumber: Instagram @pochettino
SABANEWSINDO.com – Hasil positif diraih Chelsea kala menjamu Brighton dalam laga lanjutan Premier League hari Minggu (3/12/2023) kemarin. The Blues keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2 meksi harus bermain dengan 10 orang.
Chelsea tampak agresif sejak menit awal pertandingan. Dan sampai menit ke-21, mereka sudah unggul dua gol lebih dulu berkat aksi Enzo Fernandez dan Levi Colwill. Brighton baru bisa mengejar lewat Facundo Buonanotte di menit 43.
Pada menit ke-45, wasit mengeluarkan kartu merah untuk kapten Chelsea, Conor Gallagher. Pemain berusia 23 tahun itu diusir keluar lapangan usai melakukan pelanggaran keras terhadap Billy Gilmour.
Untungnya, Chelsea tidak gentar bermain dengan 10 orang. Mereka bahkan bisa memperlebar jarak dengan eksekusi penalti yang dicetak Enzo Fernandez. Brighton baru bisa mencetak gol lagi lewat Joao Pedro di masa injury time.
Pada akhirnya, Chelsea berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 3-2. Hasil ini membuat Mauricio Pochettino selaku pelatih gembira. Berbeda dengan pekan sebelumnya, di mana dirinya kesal melihat kekalahan dari Newcastle.
Baca juga: Round-Up Premier League: Berkekuatan 10 Pemain, Chelsea Tetap Menang
“Kami adalah tim muda. Kami harus berkebang. Dalam periode seperti ini kai sedikit agresif setelah Newcastle. Kami harus bisa menunjukkan wajah asli kami,” kata Pochettino seperti dikutip dari Mirror.
“Kami ingin bermain dengan baik, menjadi agresif dan menunjukkan bahwa kami peduli. Kami ingin memenangkan pertandingan. Penonton bangga. Saya bangga terhadap para pemain dan karakter yang mereka tunjukkan,” lanjutnya.
Pertandingan ini sendiri juga dihiasi oleh drama, khususnya di menit-menit akhir. Kekacauan terjadi ketika Craig Pawson selaku wasit membatalkan keputusannya memberikan hadiah penalti kepada Brighton usai melihat VAR.
Pochettino sendiri menganggap kekacauan yang terjadi pasca laga merupakan hal normal. Sebab ia merasa situasinya pelik sehingga setiap orang yang terlibat jadi kebingungan.
“Anda bermain untuk banyak hal. Pada akhirnya ini menjadi kebingungan yang masif. Saya ingin bilang: ‘Oh, kenapa anda mendorong saya?’ dan situasinya langsung jadi kebingungan yang masif,” kata Pochettino lagi.
“Apakah saya puas dengan reaksi pemain saya setelah laga? Ya, karena ini bukan soal bagaimana anda memainkan filosofi di lapangan. Kami harus menjadi dan berperilaku seperti sebuah tim,” pungkasnya.
(Mirror)