
Sumber: Instagram @officialasroma
SABANEWSINDO.com – Ujian pertama Daniele De Rossi sebagai pelatih AS Roma tersaji pada akhir pekan ini. Menurut jadwal, klub berjuluk Giallorossi itu akan berhadapan dengan sang pemuncak klasemen, Inter Milan, pada hari Minggu (11/2/2024).
Rossi menduduki kursi kepelatihan Roma pada bulan Januari lalu untuk menggantikan Jose Mourinho. Pria berkebangsaan Italia tersebut langsung mempersembahkan kemenangan di laga debutnya melawan Hellas Verona dengan skor 2-1.
Roma kemudian memperpanjang rentetan kemenangannya jadi tiga pertandingan. Terbaru, pada hari Selasa (6/2/2024) lalu, De Rossi berhasil memimpin Romelu Lukaku dkk mengalahkan Cagliari dengan skor telak 4-0.
Sederet hasil positif ini memberikan dampak yang luar biasa pada posisi Roma di klasemen sementara. Mereka kini duduk di peringkat kelima dengan koleksi 38 poin, hanya terpaut satu angka dari Atalanta yang berada di zona Liga Champions.
Namun perlu dicatat bahwa lawan-lawan Roma di tiga laga sebelumnya tidak bisa dikatakan sebagai ujian bagi De Rossi. Cagliari sendiri merupakan salah satu kandidat tim degradasi dan sedang menempati peringkat ke-18.
Baca juga: Massimiliano Allegri Tegaskan Inter Milan Kandidat Scudetto
Ujian pertamanya baru akan tersaji pada akhir pekan ini, dengan Inter Milan sebagai lawannya. Klub besutan Simone Inzaghi tersebut sedang dalam performa apik, dan sukses mengalahkan Juventus dengan skor 1-0 di akhir pekan lalu.
Kendati demikian, De Rossi sama sekali tidak gentar dengan keberadaan Inter di hadapannya. Ia merasa bahwa tidak ada tim di dunia yang tak bisa dikalahkan. Oleh karenanya, De Rossi percaya bahwa timnya bisa memetik kemenangan.
“Keberanian yang harus dimiliki pemain kuat, dan kami dipenuhi oleh pemain kuat. Kecerdasan dan pengetahuan dibutuhkan, setiap tim di dunia bisa dikalahkan. Inter juga. Sekarang level telah meningkat dibanding tiga laga pertama saya.”
“Persiapan mengubah pertandingan, kami menghadapi tim yang terbiasa mendominasi. Tapi akan ada momen di mana mereka bisa menderita. Kami sadar bisa bermain dengan baik, sama seperti kekuatan mereka,” lanjutnya kepada TMW.
“Ketika melawan tim kuat, anda bisa berakhir kalah atau menderita. Terkadang level di lapangan berbicara. Inter, Milan, dan Juve sangat kuat. Sementara kami, saya mencoba memulai perjalanan yang tidak diketahui akan bertahan sampai kapan, tapi kami harus paham bahwa kami kuat,” pungkasnya.
(TMW)