
Sumber: Instagram @acmilan
SABANEWSINDO.com – AC Milan tengah terlibat dalam investigasi yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Finansial Italia terkait kepemilikan. Kabarnya, raksasa Italia tersebut terancam dua sanksi karena melanggar aturan soal itu.
Baru-baru ini, Kepolisian Finansial Italia menggeledah markas Milan. Tindakan tersebut adalah bagian dari investigasi perihal perpindahan kepemilikan klub dari Elliott Management kepada RedBird pada tahun 2022 lalu.
Dua sosok sentral dalam kasus ini adalah CEO klub sekarang, Giorgio Furlani, dan Ivan Gazidis yang merupakan mantan CEO Milan. Keduanya dituduh melakukan ‘penghalangan aktivitas pengawasan FIGC’.
Publik telah mengetahui bahwa Elliott Management telah melepas Milan kepada RedBird. Namun menurut laporan La Gazzetta dello Sport, ada kecurigaan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat tersebut masih memiliki kontrol terhadap klub.
Jika terbukti bersalah, Milan bisa didakwa melanggar beberapa aspek Kode Keadilan Olahraga. Mulai dari pasar 32 ayat 5 yang berfokus pada ‘kewajiban komunikasi dan pengajuan’ soal kendali klub hingga pasal 31 ayat 1 soal ‘kegagalan membuat, mengubah, atau memalsukan materi atau ideologi’.
Baca juga: Klasemen Serie A: Inter Dominan, AC Milan Geser Juventus
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa hasil penggeledahan menemukan bahwa Elliott Management belum melepas Milan sepenuhnya kepada RedBird. Serta ada kabar bahwa pemilik Newcastle United, PIF, sempat tertarik membeli saham klub.
Milan kini terancam mendapatkan sanksi yang beragam. Mulai dari denda sampai pengurangan poin. Situasi ini memberikan keleluasaan bagi jaksa untuk menjatuhkan hukuman jika Milan memang terbukti melanggar kode etik.
Selain itu, ada juga risiko pelanggaran terhadap regulasi FIFA pada artikel lima soal ‘integritas kompetisi dan pembagian waktu’. Pasalnya, Elliott Management memiliki saham yang cukup besar di klub Ligue 1, Lille.
Namun untuk yang satu ini, sepertinya Milan bakal terbebas dari sanksi. Sebab Lille tidak bermain di kompetisi Eropa tahun lalu dan hanya mampu berpartisipasi dalam ajang Conference League pada musim ini.
UEFA juga diketahui meyakini kalau Milan melanggar artikel 4 dalam regulasi itu, terkait ‘prosedur dan kriteria penerimaan’. Kalau melanggar, maka klub berjuluk Rossoneri tersebut bisa mendapatkan larangan terlibat dalam kompetisi UEFA.
(La Gazzetta dello Sports)