
Sumber: Getty/NurPhoto
SABANEWSINDO.com – Mimpi buruk kembali dialami oleh Manchester City. Pada pekan ke-12 Premier League yang digelar Minggu (24/11/24) dini hari, pasukan Josep Guardiola dipaksa bertekuk lutut oleh Tottenham dengan skor telak 0-4.
Sungguh, ini hasil yang di luar perkiraan. Apalagi jika melihat statistik akhir dari kedua tim. Manchester City, yang melepaskan 23 tembakan dan mencatat penguasaan bola 58 persen, tumbang dari Tottenham yang tampil inferior.
Tottenham memang tampil jauh lebih efektif ketimbang Manchester City yang bertindak sebagai tuan rumah. Mereka mampu membuat empat gol hanya dari sembilan tembakan yang dilepaskan, di mana tujuh di antaranya menemui sasaran.
Mimpi buruk The Citizens diawali oleh James Maddison yang sukses mengantongi dua gol hanya dalam rentang waktu 20 menit awal pertandingan. Pedro Porro melanjutkan mimpi buruk di menit ke-52, dan ditutup Brennan Johnson di masa injury time.
Hasil ini menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, ini bukan kali pertama Manchester City menelan kekalahan. Faktanya mereka dipaksa bertekuk lutut oleh setiap lawannya dalam lima partai terakhir, dan ini bukan sesuatu yang biasa.
Baca juga: Pep Guardiola Resmi Perpanjang Kontrak di Manchester City
Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, sampai tidak habis pikir melihat situasi ini. “Kami telah melihat City kalah dalam beberapa laga, tetapi kami sangat jarang melihat mereka kalah dalam setiap lini,” tuturnya kepada Sky Sports.
“Saya belum pernah melihat mereka seburuk ini, seperti yang terjadi beberapa pekan terakhir. Dia [Josep Guardiola] pasti menginginkan jeda internasional itu datang, karena mengira itu akan menjadi momen pemulihan.”
“Namun sekarang, hal itu semakin menguatkan pendapat bahwa City sedang mengalami kemunduran. Terlihat seperti kegilaan, saat anda mengingat apa yang telah mereka capai. Mereka mudah buat dihadapi dan tim bersemangat saat melawan mereka,” lanjutnya.
Banyak yang beranggapan penurunan performa Manchester City disebabkan oleh cederanya pemain penting, Rodri. Sang peraih trofi Ballon d’Or 2024 itu harus absen lama karena cedera ACL. Namun, Neville merasa masalahnya lebih dari itu.
“Ini lebih dari sekadar masalah Rodri. Ketika anda mengalami penurunan – dan saya benci menggunakan kata penurunan, tapi rasanya seperti itu – ini menjadi sebuah kelompok pemain dengan angka-angka [yang salah],” tandasnya.
(Goal International)