
Sumber: Getty/Soccrates Images
SABANEWSINDO.com – Barcelona akhirnya bisa melihat Gavi kembali ke lapangan setelah sekian lama. Tidak bisa dimungkiri bahwa kehadiran pemain berusia 20 tahun itu terbantu oleh kerja keras tim dokter yang beraksi dari balik layar.
Seperti yang diketahui, Gavi tidak bisa terlibat dalam waktu lama bersama Barcelona karena mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) kala membela Timnas Spanyol. Cedera tersebut membuatnya harus menepi selama 11 bulan.
Cedera ACL memang kerap menjadi momok bagi banyak pemain sepak bola karena masa pemulihannya yang lama. Buah kesabaran pun terlihat setelah sang pemain kembali beraksi saat Barcelona menghadapi Sevilla beberapa hari lalu.
Dokter klub, Pablo Merino, sempat menceritakan kisah di balik layar proses pemulihan Gavi. Sejumlah fasilitas klub dimanfaatkan dengan baik hanya demi mengembalikan jebolan La Masia tersebut ke lapangan.
Salah satunya adalah kolam renang yang terletak di hotel dekat stadion Spotify Camp Nou. “Di sana, dia bisa melatih elemen-elemen seperti elastisitas dan gestur tertentu yang tidak terpikirkan dsaat di luar air,” tuturnya kepada The Athletic.
Baca juga: Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2024, Bukti Barcelona Jago Cetak Talenta Muda!
Merino juga memberikan trik lain yang cukup membantu proses pemulihan Gavi. Caranya tergolong unik, di mana dirinya membuat sebuah playlist khusus di Spotify untuk didengarkan oleh sang gelandang selama prosesnya.
Jadi, menurut ceritanya kepada The Athletic, playlist tersebut meliputi beberapa lagu dari banyak musisi terkenal seperti Justin Bieber, Natasha Bedingfield, sampai Michael Jackson. Tujuannya untuk memberikan kesabaran kepada Gavi.
Kendati sudah kembali ke lapangan, Gavi masih butuh waktu sampai benar-benar bisa memberikan kontribusi. Sebab dirinya hingga sekarang belum 100 persen pulih. Kehati-hatian diperlukan karena cedera ACL bisa kambuh sewaktu-waktu.
Hansi Flick juga tidak terburu-buru untuk memberikan kesempatan kepada Gavi tampil sejak menit awal. Ia akan merumput secara bertahap sampai akhirnya menjadi bagian penting dalam tubuh Barcelona.
(The Athletic)