
Sumber: Instagram @pramacracing
SABANEWSINDO.com – Ducati menjadi seperti tim bertabur bintang dengan kepindahan Marc Marquez ke Gresini baru-baru ini. Namun, manajemen tim tetap dilanda rasa was-was karena para pembalap pentingnya bisa pindah pada tahun 2025.
Gresini sendiri merekrut Marquez dari Repsol Honda dengan kontrak yang berlaku cuma satu tahun. Hal ini bisa membuat mereka berperang ketat dengan tim lain, di mana KTM juga diketahui memendam hasrat memiliki sang pembalap.
Namun Marquez bukan satu-satunya pembalap yang bisa meninggalkan Ducati. Pembalap lain juga diketahui punya ambisi untuk memperkuat tim pabrikan sehingga bisa cabut saat kesempatan datang tahun depan.
Contohnya Jorge Martin, yang keluar sebagai runner-up pada musim kemarin. Keputusan mempertahankan Martin di tim satelit, Pramac Racing, bisa berbalik negatif. Sebab Martin tentu punya harapan untuk memperkuat tim pabrikan.
Ducati patut was-was. Seperti yang dikatakan mantan direktur olahraga yang hengkang pada tahun 2023, Paolo Ciabatti. Ia menilai Ducati bakal kesulitan untuk mempertahankan para pembalapnya di musim berikutnya.
Baca juga: Luca Marini: Repsol Honda Seperti Real Madrid atau Barcelona
“Para pembalap hebat tidak memiliki kontrak untuk 2025. Semuanya akan selesai di 2024, termasuk Pecco [Bagnaia]. Saya percaya prioritas Ducati adalah memperbaharui kontrak mereka,” tutur Ciabatti kepada Marca.
“Dia adalah juara dunia dua kali, pembalap super cepat yang juga mampu menangani situasi sangat serius setelah tabrakan [di Barcelona musim lalu].”
“Saya pikir bursa transfer cukup terbika. Bagi saya, sepertinya akan sulit semua pembalap bisa bertahan dengan Ducati pada tahun 2025. Jorge juga sudah berbicara jelas: bahwa jika dia tak bisa ke tim ofisial, dia akan melihat kesempatan lain.”
Semua permasalahan itu sendiri sebenarnya masih bisa ditangani. Ia cukup yakin bahwa para pembalap akan berpikir untuk bertahan jika Ducati mampu memberikan motor terbaik yang mampu membawa mereka keluar sebagai juara.
“Itu tergantung pada level kompetitif dari setiap pabrikan. Jika anda memberikan para pembalap ini motor untuk menang, meskipun mereka tidak berada di tim ofisial, anda memiliki peluang yang lebih baik untuk dipilih,” pungkasnya.
(Marca)