
Sumber: Instagram @hazardeden_10
SABANEWSINDO.com – Eden Hazard mengenang masa-masa dirinya masih menjadi seorang pesepakbola. Ada satu titik yang cukup mengubah perjalanan kariernya, yakni keputusan bergabung dengan Chelsea pada tahun 2012.
Hazard menarik perhatian banyak klub papan atas Eropa setelah mulai bermain secara reguler bersama Lille. Musim 2011/12 menjadi yang terbaik, sebab dirinya berhasil mencetak 22 gol dari 49 penampilan.
Pria berdarah Belgia itu bercerita kalau dirinya berhasil menarik perhatian klub papan atas Inggris seperti Manchester United dan Tottenham. Dan pada saat itu, ia sama sekali belum berpikir untuk pindah ke Chelsea.
Dari segi performa, Chelsea memang sangat tidak menarik buat pemain sekaliber Hazard. Pasalnya mereka cuma mampu finis di peringkat enam klasemen akhir Premier League, dan cuma mampu meraih 18 kemenangan dari 38 laga.
Namun pandangan Hazard berubah setelah Chelsea membuat kejutan pada akhir musim. Ya, di luar dugaan mereka berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Bayern Munchen lewat drama adu penalti di babak final.
Baca juga: Diklaim Mirip Didier Drogba, Chelsea Diminta Realisasikan Transfer Osimhen
“Saya berbicara dengan Sir Alex Ferguson, dengan Harry Redknapp, saat itu dia pelatih Tottenham. Saya pergi ke Manchester untuk melihat tempat latihan Man City,” buka Hazard dalam siniar The Obi One.
“Jadi saya punya beberapa opsi, tapi tidak Chelsea. Sebab pada tahun terakhir di Lille, Chelsea tidak begitu bagus di liga. Saya tahu bahwa saya akan meninggalkan Prancis untuk ke Premier League, tapi bukan Chelsea.”
“Sebabnya adalah karena saya ingin bermain di Liga Champions. Kepindahan [ke Chelsea] itu muncul karena anda [Chelsea] memenangkan Liga Champions,” lanjutnya..
Sungguh, karier Hazard bisa berjalan berbeda andai Chelsea tidak memenangkan Liga Champions. Ia mengatakan kepada John Obi Mikel bahwa dirinya mungkin takkan berlabuh di Stamford Bridge jika tak ada trofi Liga Champions di sana.
“Temanku, Chelsea sangatlah jauh [sembari tertawa]! Itulah kepana saya bilang, berterima kasih! kepada [Didier] Drogba!” ucapnya.
Drogba memang menjadi pahlawan pada laga itu karena berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-88. Berkat itu pertandingan bisa berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan Chelsea keluar sebagai pemenang lewat drama adu penalti.
(The Obi One Podcast)