
Sumber: Instagram @erickthohir
SABANEWSINDO.com – Shin Tae-yong tidak sedang berada di Indonesia. Ia diketahui sedang dikirim ke Eropa oleh PSSI untuk menjalankan sebuah misi penting demi target yang ingin dicapai pada kompetisi-kompetisi berikutnya.
Kontrak Shin Tae-yong hanya berlaku sampai akhir tahun 2024 ini. Untuk perpanjangan, PSSI menunggu target yang diberikan kepadanya. Target tersebut berkaitan dengan pencapaian Skuat Garuda di kompetisi internasional.
Ada dua target utama, dan yang pertama telah tercapai seiring dengan keberhasilan Timnas Indonesia mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023. Itu adalah keberhasilan besar yang belum pernah dicapai dalam sejarah Timnas Indonesia.
Target berikutnya adalah mencapai babak delapan besar Piala Asia U-23 2024. Beberapa waktu lalu, Shin Tae-yong pernah berkata bahwa dirinya bisa mencapai target tersebut asal pemain naturalisasi bisa diikutsertakan.
Ini akan menjadi sebuah tantangan besar. Sebab Piala Asia U-23 2024 tidak masuk dalam agenda FIFA. Sehingga klub yang memiliki pemain seperti Ivan Jenner, Elkan Baggott, dan bahkan Marselino Ferdinan bisa menolak melepas mereka.
Baca juga: Hamka Hamzah Bela Shin Tae-yong: Kasih Kritikan yang Membangun, Dong!
Selain itu, Timnas Indonesia juga kekurangan sosok penyerang tangguh di lini depan. Terlihat jelas ajang Piala Asia 2023 lalu. Untuk itu, Erick Thohir selaku Ketua PSSI memerintahkan Shin Tae-yong ke Eropa untuk mencari pemain diaspora.
“Sekarang, Shin Tae-yong saya minta ke Eropa untuk memetakan lagi pemain naturalisasi, apakah untuk posisi lini depan,” ujar Erick Thohir dalam Youtube tvOneNews, seperti dikutip Bola.com.
Sekarang PSSI sedang getol-getolnya merampungkan proses naturalisasi sejumlah pemain. Dari delapan nama, empat di antaranya masih dalam proses. Mereka adalah Nathan Tjoe-A-On, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye dan Maarten Paes.
Tidak satupun dari keempat nama tersebut berposisi sebagai striker. Dalam cakupan yang lebih besar, target PSSI sejatinya telah terpenuhi dalam diri Rafael Struick. Sayangnya, ia bukan striker yang dibutuhkan saat ini.
Thohir juga menegaskan bahwa misi ini tidak untuk membunuh potensi striker lokal seperti Ramadan Sananta dan Witan Sulaiman. “Jangan juga naturalisasi membunuh keberlanjutan pemain yang sudah kami bina seperti Sananta hingga Witan,” imbuhnya.
(tvOneNews via Bola.com)