
Sumber: Instagram @psg
SABANEWSID.com – Hasil mengejutkan terjadi dalam matchday kedua Grup F Liga Champions yang digelar pada Kamis (5/10/2023) dini hari tadi. Di luar dugaan, PSG menelan kekalahan telak dengan skor 1-4 dari Newcastle United.
Tentu ini hasil yang tidak pernah diduga-duga oleh banyak penikmat sepak bola. Sebab, ini adalah musim debut the Magpies – julukan Newcastle – di fase grup Liga Champions sejak terakhir kali terlibat pada musim 2002/03 silam.
Di sisi lain, PSG adalah salah satu langganan Liga Champions. Mereka bolak-balik juara Ligue 1 dan diisi oleh banyak pemain-pemain papan atas Eropa. Sehingga tidak heran kalau publik tercengang melihat kekalahannya.
Padahal, Les Parisien terbilang dominan dalam pertandingan kali ini. Mereka mencatatkan penguasaan bola hingga 74 persen, dan hanya menyisakan 26 persen untuk Newcastle. Sayang, mereka tak efektif di lini depan.
PSG tercatat melepaskan 11 tembakan dan hanya dua di antaranya berhasil mencapai sasaran. Ini bukan statistik yang diharapkan dari tim pemakai strategi 4-2-4. Apalagi mereka punya Kylian Mbappe di lini depan.
Baca juga: Round-Up Grup E & F: PSG Babak Belur Dihajar Newcastle United
Namun jika menyaksikan pertandingannya, strategi 4-2-4 sendiri bisa dianggap kesalahan. Pasalnya dua gelandang PSG, Warren Zaire-Emery dan Manuel Ugarte tampak kewalahan saat mencoba menguasai tengah lapangan.
Luis Enrique selaku pelatih PSG tentu ditanya soal keputusan menggunakan formasi 4-2-4. Berbeda dengan publik yang merasa itu sebagai kesalahan, nahkoda asal Spanyol tersebut malah menganggap skemanya sudah yang paling terbaik.
“Mengapa memakai sistem ini? Saya pelatih, sayalah yang memutuskan. Kami tidak pantas mendapatkan hasil ini. Tujuan kami adalah mencapai babak 16 besar. Ini grup yang sulit, kami tahu, dan ini masih laga kedua,” ujarnya dikutip dari Marca.
“Saya pikir ini sistem terbaik untuk tim. Faktanya, saya masih menganggap demikian sekarang. Ini tidak adil, tapi begitulah sepak bola. Saya mengucapkan selamat kepada Newcastle, tapi ini berlebihan,” lanjutnya.
PSG pun hanya bisa pasrah menerima kekalahan ini. Pada akhirnya, keputusan pelatih tidak selamanya tepat. Seperti yang diutarakan pencetak gol semata wayang PSG pada laga ini, Lucas Hernandez.
“Ini adalah keputusan pelatih, kami ingin memberikan tekanan pada pertahanan mereka. Terkadang berhasil, kadang juga tidak. Kami terus melangkah ke depan dan akan kembali seperti sedia kala,” tuturnya.
(Marca)