
Sumber: Instagram @timnas.indonesia
SABANEWSINDO.com – Timnas Indonesia mengakhiri persiapannya untuk menuju ke Piala Asia 2024 dengan kekalahan telak. Bertemu Iran dalam laga uji coba yang digelar di Al Rayyan Training Ground, Selasa (9/1/2024), Skuat Garuda tumbang 0-5.
Lini pertahanan Timnas Indonesia tak mampu menahan gempuran Iran yang hanya bermain dengan 10 orang. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, memutuskan untuk tidak mengganti Majid Hosseini yang mengalami cedera.
Pada situasi tersebut, Iran sudah unggul dua gol melalui aksi Samad Ghoddos dan Rouzbeh Ceshmi. Dan meski kekurangan pemain, mereka masih mampu mencetak tiga gol tambahan lewat Shahriyar Moghanlou dan Mehdi Ghaedi.
Timnas Indonesia menutup rangkaian persiapan dengan kalah dalam tiga pertandingan uji coba. Sebelumnya, mereka juga dipaksa menelan kekalahan dua kali oleh Timnas Libya. Jelas ini bukan torehan yang positif untuk menuju Piala Asia 2024.
Apalagi, Timnas Indonesia tergabung dalam grup neraka bersama negara-negara kuat seperti Jepang, Vietnam dan Irak. Meski begitu, Elkan Baggott selaku bek Skuat Garuda masih bisa menatap kompetisi dengan optimis.
Baca juga: Radja Nainggolan Mengaku Sempat Tak Nyaman di Bhayangkara FC, Kenapa?
“Kami memainkan beberapa pola menarik, namun sayang kembali kebobolan gol mudah. Hasil pertandingan mungkin tidak mencerminkan bagaimana pertandingan ini berjalan,” kata Baggott seperti dikutip dari Bola.com.
“Ini adalah 90 menit yang jadi pelajaran bagi banyak pemain. Kami jadi tahu bahwa kami harus siap dan bugar untuk laga pertama nanti. Tentu kami masih optimis. Kami tidak melihat hasil pertandingan hari ini.”
“Kami hanya melihat bagaimana praktik yang sudah dilatih untuk menjalani pertandingan pertama. Jadi, seluruh tim masih berusaha bersama dan optimis menatap turnamen,” lanjut pria berusia 21 tahun tersebut.
Sang pelatih, Shin Tae-yong, juga melontarkan nada-nada optimis usai Timnas Indonesia dipermak Iran. Ia mengaku akan menyiapkan strategi agar para pemain mampu memanfaatkan celah dalam melakukan serangan balik.
“Ke depannya, lawan akan lebih banyak memegang kendali bola. Karena itu, kami akan melatih situasi agar pemain bisa mendapatkan celah serangan balik dan membuat peluang yang lebih baik,” tuturnya, dikutip dari Kompas.
(Bola.com, Kompas)