
Sumber: Getty/Giuseppe Cottini
SABANEWSINDO.com – Sergio Conceicao jelas tidak senang ketika melihat AC Milan hanya mampu meraih satu poin usai menghadapi Cagliari.
Milan menghadapi Cagliari di hadapan pendukung setianya yang memadati San Siro pada Minggu (12/1/25) dini hari dalam rangka laga lanjutan Serie A. Mereka memiliki segudang alasan untuk percaya diri dalam meraih tiga poin di pertandingan kali ini.
Tentu kepercayaan diri itu tidak hanya datang dari fakta bahwa mereka tampil sebagai tuan rumah. Tapi juga karena kesuksesannya membawa pulang trofi Supercoppa Italiana dari Arab Saudi usai mengalahkan dua rivalnya, Juventus dan Inter Milan.
Kesuksesan di Supercoppa Italiana seperti menggambarkan wajah Milan besutan Conceicao selaku pelatih baru. Mereka memandang laga ini dengan positif. Namun alih-alih menang, Rossoner malah cuma bisa meraih satu poin usai ditahan imbang Cagliari 1-1.
Padahal Milan sempat unggul lebih dulu pada menit ke-51 melalui aksi sang penyerang, Alvaro Morata. Sedihnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Cagliari berhasil menyamakan skor empat menit berselang lewat Nadir Zortea.
Baca juga: Marcus Rashford Menuju AC Milan? Begini Kata Zlatan Ibrahimovic
Conceicao mengekspresikan kekecewaannya melihat tim gagal meraih kemenangan ketika menemui awak media usai pertandingan. “Saya mengharapkan lebih dari setiap area,” kata pria berdarah Portugal itu kepada Sky Sport Italia.
“Mempertimbangkan kualitas skuat yang saya miliki, babak pertama tadi mungkin menjadi yang terburuk bagi saya selama 13 tahun berkarir sebagai pelatih, jujur saja. Kami kekurangan kelincahan, temponya sangat lambat.”
“Cagilari memiliki semuanya di sepertiga akhir untuk menjaga gawang, itulah strategi mereka, tapi kami seharusnya melakukan apa yang telah dipersiapkan untuk menemukan ruang itu. Kami tak cukup cerdas untuk melakukannya.”
“Sebuah hasil imbang berarti kehilangan dua poin. Saya marah karena kami tidak melakukan apa yang sudah kami persiapkan, jadi kami masih punya banyak pekerjaan rumah. Kami tidak cukup lebar ataupun pergerakannya,” lanjutnya.
“Inilah yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun. Hal sederhana, terlibat setiap harinya untuk berkembang. Jika saya dipekerjakan di tengah musim, artinya ada sesuatu yang harus dibenahi,” tandasnya.
(Sky Sport Italia)