
Sumber: Getty/Ash Danelon
SABANEWSINDO.com – Bruno Fernandes menyadari bahwa dirinya akan memegang peran kunci selama masa kepemimpinan Ruben Amorim di Manchester United. Oleh karenanya, ia bertekad untuk melakukan tugasnya sebaik mungkin demi sang pelatih.
Amorim bergabung dengan Manchester United setelah direkrut dari klub Portugal, Sporting Lisbon. Catatan positif yang ditunjukkan dalam beberapa tahun terakhir membuat The Red Devils yakin untuk menunjuknya sebagai pengganti Erik ten Hag.
Sayang, debutnya tidak berjalan dengan maksimal. Manchester United cuma mampu menghasilkan skor imbang 1-1 melawan tim yang baru promosi dari Divisi Championship, Ipswich Town, pada akhir pekan kemarin.
Hasil ini sejatinya masih bisa dimaklumi. Amorim masih baru di Old Trafford, dan para pemainnya harus membiasakan diri dengan gaya taktik yang berbeda. Apalagi ada perubahan formasi yang cukup mencolok dari 4-2-3-1 ke 3-4-3.
Para pemain harus berusaha untuk beradaptasi dengan gaya bermain baru ini, dan pelatih juga wajib bisa mengkomunikasikan keinginannya kepada mereka. Dalam hal ini Fernandes memainkan peran penting sebagai jembatan dan juga kapten tim.
Baca juga: 5 Pintu Keluar dari Manchester United untuk Joshua Zirkzee Jajal di Bulan Januari
Fernandes menyadari peran tersebut dan akan coba melakukannya dalam pertandingan. Mengingat dirinya sudah cukup memahami apa yang pelatih inginkan. “Saya sangat menyadari apa yang kami lakukan di sesi latihan,” katanya, dikutip Goal International.
“Saya mencoba meresapi semuanya dari setiap posisi. Sudah jelas, tidak mungkin untuk memahami semuanya. Namun saya mencoba untuk memiliki gambaran permainan karena – sebagai kapten – terkadang pelatih tak bisa memberikan pesan ke lapangan karena suara bising dan sebagainya.”
“Anda harus bisa mencoba dan menyelesaikan situasi bersama dengan rekan setim. Mengetahui, atau punya pengetahuan soal setiap posisi; pergerakannya, tekanan seperti apa yang pelatih inginkan. Kurang lebih itu peran saya,” lanjutnya.
Bruno Fernandes juga bicara soal pergantian pelatih di tengah musim yang tidak diinginkan. “Kalau situasinya tidak berjalan seperti kemauan, semuanya harus bertanggung jawab. Semua yang ada di dalam departemennya.”
“Seperti yang saya bilang, mudah untuk menyingkirkan pelatih ketimbang 15 atau 20 pemain. Fokus kami kini adalah soal apa yang masa depan bisa tawarkan, dan bagaimana kami mampu memahami rencana dari pelatih baru secepat mungkin,” tutupnya.
(Goal International)