
Sumber: Getty/Claudio Villa
SABANEWSINDO.com – Torehan positif kembali dicatatkan Timnas Italia dalam ajang UEFA Nations League. Pada Selasa (10/9/2024) dini hari tadi, tim besutan Luciano Spalletti tersebut berhasil mengalahkan Israel dengan skor tipis 2-1.
Dominasi Gli Azzurri sudah terlihat sejak babak pertama. Mereka berhasil unggul pada menit ke-38 setelah Davide Frattesi mencetak gol dengan memanfaatkan umpan silang dari Federico Dimarco.
Italia kembali membuat fans Israel yang memadai Arena Bozsik terdiam lewat aksi Moise Kean pada menit ke-62. Penyerang Fiorentina tersebut mencetak gol memanfaatkan bola muntah setelah tembakan Giacomo Raspadori diblok kiper lawan.
Israel sempat mencoba mengejar, dan berhasil memperkecil kedudukan lewat Mohammad Abu Fani di menit ke-90. Namun sayangnya, sisa waktu yang sedikit tak cukup untuk membantu mereka menyamakan kedudukan.
Dengan ini, Italia mengantongi kemenangan dalam dua laga pertamanya di ajang UEFA Nations League. Catatan impresif ini bisa terjadi karena perubahan formasi Gli Azzurri yang diterapkan Luciano Spalletti menjadi 3-5-2.
Baca juga: Prancis 1-3 Italia: Kemenangan Pertama Gli Azzurri Setelah 70 Tahun Lamanya
“Cukup lama saya berpikir sebelum menentukan pemain-pemain ini, karena saya ingin menurunkan rata-rata usia tim dan responnya sempurna,” ujar Spalletti kepada awak media usai pertandingan, dikutip Football Italia.
“Saya melakukan beberapa modifikasi dan tim menunjukkan kualitas yang diharapkan. Sekarang kami hanya perlu untuk memperkuat gagasan awal dan terbuka untuk memasukkan yang lainnya, bersama dua-tiga pemain yang ditinggal.”
Menariknya, formasi 3-5-2 ini mungkin takkan cocok dengan salah satu bintang Italia, Federico Chiesa. Ia terlihat kesulitan untuk beradaptasi saat mantan pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menerapkan formasi serupa musim lalu.
Chiesa sendiri tidak dibawa Spalletti karena baru pindah ke Liverpool jelang penutupan bursa transfer musim panas. Meski demikian, Spalletti mengaku sudah punya ide memasukkan Chiesa ke dalam skema barunya.
“Saya bisa membayangkan dia jadi striker pendukung, tapi dengan kebebasan untuk bermain melebar. 3-5-2 ini serba guna, terkadang memakai penyerang tengah dengan sosok yang melebar, tidak harus dua striker tengah,” pungkasnya.
(Football Italia)