
Sumber: Getty/Huseyin Yavuz
SABANEWSINDO.com – Timnas Italia akan berkompetisi di Euro 2024 dengan status juara bertahan. Namun, meskipun menyandang status yang membanggakan tersebut, mereka tetap diragukan bisa keluar sebagai juara untuk edisi kali ini.
Pada tahun 2021 lalu, di mana Euro 2020 diselenggarakan usai tertunda karena pandemi Covid-19, Italia tergabung dalam Grup A bersama Turki, Wales dan Swiss. Mereka tampil percaya diri dengan catatan tiga kemenangan dari tiga pertandingan.
Italia memang sedang bagus-bagusnya saat itu, di bawah asuhan Roberto Mancini. Mereka berhasil melewati setiap fase dengan kemenangan sampai akhirnya mencapai babak final, di mana pertemuan dengan Inggris tidak terelakkan.
Pertarungan sengit terjadi. Gli Azzurri dan The Three Lions bermain sama kuat 1-1 sampai wasit mengakhiri jalannya babak perpanjangan waktu. Italia akhirnya keluar sebagai pemenang melalui drama adu penalti.
Itulah perjalanan yang membuat Italia bisa menyandang status juara bertahan. Mereka diharapkan bisa mengulangi prestasi serupa pada edisi kali ini. Namun, keraguan muncul karena Italia yang sekarang memiliki wajah berbeda.
Baca juga: Italia Deg-degan Jelang Euro 2024, Bagaimana Nasib Nicolo Barella?
Roberto Mancini tak lagi menduduki kursi kepelatihan, melainkan Luciano Spalletti. Pemain-pemain penting seperti Ciro Immobile dan Marco Verratti pun sudah tidak disertakan dalam skuat Gli Azzurri.
Karena itu, banyak yang meragukan Italia bisa keluar sebagai juara untuk kedua kalinya. Keraguan itu, salah satunya, datang dari Jose Mourinho. Pria asal Portugal itu tidak melihat adanya potensi yang dimiliki para pemain Gli Azzurri.
“Saya tidak yakin. Generasi mereka tidak sangat bertalenta. Saya tidak melihat talenta yang cukup untuk menang, mereka menang pada edisi terakhir, tapi saya tidak percaya adanya yang kedua,” ucap Mourinho kepada RTP.
Mourinho sendiri lebih menjagokan negaranya, Portugal, untuk melaju jauh. Ia menyebut Portugal sebagai salah satu kandidat juara bersama empat negara lainnya, yakni Inggris, Prancis, Jerman dan Spanyol.
Pelatih anyar Fenerbahce itu juga berbicara soal peluang Inggris untuk jadi juara. “Momen yang sebenarnya sudah ada, ini bukan pertandingan kualifikasi atau uji coba yang mudah, ini adalah saat segalanya mulai memanas,” pungkasnya.
(RTP)