
Sumber: Getty/Stefano Guidi
SABANEWSINDO.com – Hasil imbang yang diterima Juventus di ajang Serie A baru-baru ini membuat salah satu pemainnya, Teun Koopmeiners, jadi tak senang.
Juventus dihadapkan dengan rival sekotanya, Torino, dalam laga lanjutan Serie A pada Minggu (12/1/25) dini hari. Meski berbasis di kota yang sama, Bianconeri kali ini bertindak sebagai tamu karena pertandingan digelar di Stadio Olimpico Grande Torino.
Dan kendati harus bermain di depan pendukung lawan, Juventus sempat unggul lebih dulu melalui Kenan Yildiz. Wonderkid asal Turki tersebut berhasil mencetak gol pada menit ke-8 dengan bantuan assist dari Nicolo Savona.
Sayangnya mereka gagal mempertahankan keunggulan tersebut sampai babak pertama berakhir. Sebab gawang yang dikawal Michele Di Gregorio harus jebol pada masa injury time lewat aksi penyerang Torino, Nikola Vlasic.
Juventus sudah mencoba berbagai macam upaya untuk mencetak gol penentu kemenangan. 15 tembakan dilepaskan, sembilan di antaranya menemui sasaran. Namun tak satupun yang membuat Vanja Milinkovic-Savic memungut bola dari gawangnya.
Baca juga: Juventus Masih Pede Bisa Angkut Ronald Araujo dan Randal Kolo Muani
Pertandingan pun berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. Perlu dicatat bahwa ini adalah hasil imabgn ke-12 Bianconeri dari 19 laga yang telah dimainkan. Jelas saja kalau Teun Koopmeiners selaku pemainnya jadi mulai jengah.
“Kami tidak senang; kami mengontrol permainan dan berhasil mencetak gol yang hebat. Kami menekan tinggi, tapi tidak mungkin untuk kebobolan satu menit sebelum jeda babak pertama,” katanya kepada DAZN usai pertandingan.
“Kami harus bertanggung jawab dan bekerja lebih keras lagi, juga termasuk saya. Kami mendapatkan beberapa peluang pada babak kedua, tapi itu masih belum cukup. Kami kurang segalanya. Kami harus merasakan darurat dan tanggung jawab dalam permainan.”
“Ada momen ketika kami bermain dengan baik dan mendapatkan peluang, tapi tidak melakukannya selama 90 menit penuh. Kami harus berkembang dan mencetak gol lebih banyak lagi,” lanjut gelandang berdarah Belanda tersebut.
“Kami terlalu mudah kebobolan. Kami memiliki keuntungan dari segi jumlah di dalam kotak penalti, dan mereka masih bisa mencetak gol; itu tidak mungkin. Kami harus bertanggung jawab, dan tidak ada alasan untuk itu,” tandasnya.
(DAZN)