
Sumber: Instagram @pochettino
SABANEWSINDO.com – Lawatan Chelsea ke markas Wolverhampton dalam laga lanjutan Premier League hari Minggu (24/12/2023) kemarin berakhir dengan kegagalan. Mereka dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 1-2.
Sejatinya, Chelsea bermain dengan cukup dominan khususnya pada babak pertama. Dan secara keseluruhan, mereka memiliki penguasaan bola sebesar 69 persen dan mampu melepaskan sebanyak 16 tembakan.
Sayangnya, mereka hanya mampu menghasilkan satu gol. Itu pun tercipta pada menit-menit akhir pertandingan melalui aksi Christopher Nkunku. Dan pada saat itu, Wolves telah unggul dua gol melalui Mario Lemina dan Matt Doherty.
Dengan ini, Chelsea sudah menelan tiga kekalahan dari lima pertandingan terakhirnya di ajang Premier League. Sudah jelas ini perlu diperbaiki, dan Mauricio Pochettino selaku pelatih meminta para pemainnya untuk belajar.
“Kami sudah sering berbicara, sejak awal musim, dan kami tahu bahwa ini adalah tim yang masih muda. Beberapa dari pemain ini untuk pertama kalinya bermain di Premier League dan harus mendapatkan kepercayaan diri pada level ini,” katanya.
Baca juga: Mauricio Pochettino Kecewa Dengan Ketajaman Lini Depan Chelsea
“Mereka harus beradaptasi untuk bermain pada level ini dan, tentu saja, ini soal kepercayaan diri dan keyakinan pada diri sendiri. Kami tim muda yang harus belajar dari laga seperti ini. Kami masih bisa berkembang dan itulah yang harus dilakukan.”
Pochettino sendiri merasa bahwa Chelsea seharusnya mampu memetik kemenangan. Sebab berkaca pada performanya di babak pertama, the Blues tampil sangat dominan dan bahkan tidak membiarkan Wolves membuat tembakan tepat sasaran.
“Tentu saja, kami merasa sangat kecewa. Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari apa yang kami dapatkan, tapi kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa dalam ajang sekuat Premier League, jika anda tidak tajam, maka anda tidak bisa komplain [soal hasilnya].”
“Kami membuat banyak peluang di babak pertama tapi tidak mencetak gol. Kami mendominasi penguasaan bola dan tidak membiarkan Wolves membuat tembakan tepat sasaran pada babak pertama.”
“Jadi, saya pikir kami seharusnya bisa menutup babak pertama dengan skor yang berbeda. Di babak kedua, kami kebobolan dari beberapa sepak pojok dan membiarkan Wolves unggul. Mereka lebih tajam dan beginilah hasilnya,” pungkasnya.
(Goal International)