
Sumber: Getty Images/Yasser Bakhsh
SABANEWSINDO.com – Sudah bukan rahasia lagi kalau gaya bermain di Premier League berbanding jauh dengan Serie A. Tidak jarang sejumlah pemain yang pindah dari klub Italia ke Inggris mengalami kesulitan pada masa transisinya.
Korban terbarunya adalah Kalidou Koulibaly. Pemain asal Senegal itu tampil begitu beringas ketika masih menjaga lini pertahanan Napoli, namun melempem saat dipercaya bermain sebagai benteng Chelsea.
Bisa dikatakan, Koulibaly adalah salah satu pembelian gagal Chelsea di era kepemilikan Todd Boehly. Sebab biaya yang dihabiskan untuk memboyongnya dari Napoli tidak sedikit, dan tidak sebanding dengan kontribusinya di lapangan.
Tentu ini mengecewakan. Pasalnya, ketika pertama kali tiba di Stamford Bridge, Koulibaly dipercaya akan memainkan peran sentral di Chelsea. Namun ia tidak pernah tampil apik lagi sejak menjalani laga ketiga, di mana dirinya menerima kartu merah.
Sekarang Koulibaly tidak lagi di Chelsea. Pada bursa transfer musim panas tahun lalu, klub menerima proposal senilai 20 juta pounds yang ditawarkan Al-Hilal untuk merekrutnya. Kurang dari nilai pembeliannya sebesar 33 juta pounds.
Baca juga: Bos Chelsea Abaikan Spekulasi Karir Mauricio Pochettino
Meski sudah pindah, Koulibaly masih menjaga hubungan dengan sosok penting, termasuk Todd Boehly. Sang pemilik klub itu lalu memberikan penjelasan soal mengapa Koulibaly kesulitan tampil baik di Inggris.
“Tidak ada olahraga yang lebih besar di dunia,” buka Boehly, seperti dikutip Metro Sports. “Ketika anda memikirkan ukuran dan skala sepak bola Eropa, sungguh menakjubkan dan tidak ada liga yang lebih baik di dunia selain Premier League.”
“Jika anda melihat bagaimana mereka bermain, kecepatan yang di mana mereka mainkan dalam permainan. Salah satu pemain yang masih memiliki hubungan baik dengan saya adalah Kalidou Koulibaly.”
“Koulibaly datang dari Serie A, dan suatu waktu dia pernah berkata kepda saya, ‘di Serie A, saya harus berpikir kemudian berlari. Namun di Premier League, saya harus berlari sembari berpikir, dan saya masih beradaptasi dengan itu’.”
Perkataan Koulibaly sungguh menunjukkan perbedaan yang besar di antara Serie A dan Premier League. Jadi, tidak heran kalau banyak pemain yang mengalami kegagalan ketika pindah ke Premier League, begitu juga sebaliknya.
(Metro Sports)