
Instagram @ferminaldeguer_54
SABANEWSID.com – Satu slot dalam roster pembalap Repsol Honda untuk MotoGP 2024 sedang lowong pasca ditinggal Marc Marquez. Beberapa nama telah dikaitkan dengan mereka, tapi ada satu nama yang mencuat dan sukses mengejutkan banyak orang.
Seperti diketahui, Marquez memutuskan untuk meninggalkan Repsol Honda pada akhir MotoGP 2023. Keputusan yang cukup mengejutkan, mengingat Marquez dan Honda punya kesepakatan kontrak berlaku hingga akhir 2024.
Tidak lama setelah merilis pernyataan terkait kepergiannya, Marquez kembali muncul ke permukaan. Pembalap berdarah Spanyol tersebut mengumumkan bahwa dirinya akan melintasi sirkuit bersama Ducati Gresini musim depan.
Hal ini membuat satu slot dalam skuat Repsol Honda untuk MotoGP 2024 menjadi kosong. Sejumlah nama dilaporkan masuk dalam daftar incaran Honda, seperti Maverick Vinales, Miguel Oliveira, Luca Marini hingga Fabio Di Giannantonio.
Namun kabarnya, Repsol Honda tengah mengarahkan mata ke Moto2. Mereka diketahui tertarik untuk membajak pembalap berusia 18 tahun, Fermin Aldeguer. Kabar ini dikonfirmasi oleh jurnalis DAZN, Ricard Jove.
Baca juga: Fabio Quartararo Kian Tegas ke Yamaha: Saya Sudah Katakan dengan Jelas
“Hari ini saya mengkonfirmasi informasinya. Kami sekarang bisa mengasumsikan bahwa Fermin Aldeguer telah menerima tawaran dari HRC untuk menemani Joan Mir di musim 2024/25,” kata Jove, seperti dikutip Crashnet.
“Saya tahu bahwa prioritas mereka adalah Moto 2, yang di mana saya dukung. Tapi seperti normalnya, kereta seperti ini jarang muncul. Anda harus membuat keputusan,” lanjutnya.
Kendati demikian, bukan berarti Honda telah memutuskan Aldeguer sebagai pengganti Marquez. Pabrik asal Jepang itu juga diketahui masih menjajaki kemungkinan untuk merekrut Giannantonio dari Gresini.
“Giannantonio sedang menunggu panggilan yang bisa tiba dalam beberapa hari ke depan untuk berangkat ke Barcelona dan menandatangani kontrak,” ungkap laporan dari Sky pada awal pekan ini.
Eks pembalap MotoGP, Casey Stoner, juga lebih menyarankan Honda untuk mencari pengganti Marquez dari Moto2. Sebab menurutnya, pembalap muda bisa memberikan kontribusi yang lebih ketimbang sosok berpengalaman.
“Ketika anda mendapatkan orang yang muda, cepat, lapar, siap melakukan apa saja, saya pikir itulah opsi yang mereka harus kejar. Anda tidak butuh pemimpin tim jika itu bukan yang tepat,” kata Stoner kepada TNT Sports.
“Mudah untuk bilang bahwa kami butuh sosok berpengalaman untuk memimpin perkembangan, tapi ketika anda punya satu pembalap yang rela melakukan segalanya, sangat mudah untuk merasa egois dan berkata ‘mereka tidak melakukan yang saya mau’,” pungkasnya.
(Sky, Crashnet)