
Sumber: Instagram @pochettino
SABANEWSINDO.com – Berbeda dengan Jurgen Klopp yang memutuskan mundur dari Liverpool karena alasan kelelahan. Bos Chelsea, Mauricio Pochettino, mengaku tak pernah dibuat stres oleh sepak bola dan akan terus melatih.
Seperti diketahui, Klopp telah mengumumkan bahwa dirinya mundur dari jabatan sebagai pelatih Liverpool. Namun ia akan terus menduduki kursi kepelatihan sampai musim 2023/24 ini berakhir.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan, sebab tidak ada tanda-tanda bahwa kedua belah pihak bakal berpisah. Apalagi jika melihat Liverpool yang sedang berada di jalur tepat untuk keluar sebagai juara Premier League.
Dalam wawancara eksklusifnya, Klopp mengaku lelah dengan rutinitas yang harus dijalani . “Ketika saya duduk untuk bicara soal pembelian potensial, kamp latihan musim panas, pikiran itu muncul, ‘saya tak yakin masih ada di sini’,” tuturnya.
Keputusan tersebut lantas mengundang respon dari berbagai kalangan, tidak terkecuali Mauricio Pochettino. Ia mengatakan kalau dirinya berbeda dengan pelatih asal Jerman tersebut, di mana ia tidak pernah merasa stres karena sepak bola.
Baca juga: Pemain Bintang Liverpool Disebut Bakal Hengkang, Jurgen Klopp: Tak Usah Khawatir!
“Sepak bola tak pernah membuat anda stres. Tidak pernah membuat anda menghabiskan energi di jalur yang salah, selalu tepat. Selalu memengaruhi lingkungan,” tuturnya kepada awak media, seperti dikutip Goal International.
“Dalam sepak bola sekarang, ini soal bisnis, jadi mungkin itu sedikit memengaruhi pelatih. Namun dalam hal yang lebih spesifik, ketika saya terlibat dalam sesi latihan, pertandingan, bahkan saat saya di sini [konferensi pers], energi kami terisi.”
“Ada hal baru yang muncul dalam sepak bola, dalam bisnis ini. Saya pikir itu mungkin memengaruhi banyak energi. Sulit untuk dijelaskan. Penting untuk punya orang lain guna memberitahu momen ketika anda harus berhenti dan pergi,” lanjutnya.
“Saya ingat 10 atau 15 tahun lalu, aneh rasanya melihat pelatih atau staf menghabiskan lebih dari 12 jam di tempat latihan. Kini sudah menjadi hal normal. Kami tiba jam 7 pagi, dan pulang jam 5, 7, 8, atau 9 malam.”
“Tidak mudah untuk melatih karena hampir 24 jam tapi ketika anda pulang usai 12 jam di tempat latihan, [anda] berbicara dengan pemilik, direktur, dan orang semacamnya melalui telepon.”
“Tapi sepak bola adalah semangat kami. Dan tentu saja Jurgen, usai menjauh selama beberapa bulan, atau di rumah, sudah pasti dia akan mulai merindukan adrenalin kompetisi, sesi latihan, berkomunikasi dengan staf, pemain, dan orang-orang,” pungkasnya.
(Goal International)