
Sumber: Getty/Anadolu
SABANEWSINDO.com – Rentetan hasil buruk yang dialami Manchester City membuat sang pelatih, Josep Guardiola, mendapatkan kritikan keras dari Fabio Capello.
Baru-baru ini, The Citizens memperpanjang rekor buruknya. Mereka dibuat bertekuk lutut saat bertandang ke markas klub raksasa Italia, Juventus, dalam matchday ke-6 Liga Champions yang digelar hari Kamis (12/12/24) dengan skor 0-2.
Kekalahan ini menandakan kalau Manchester City hanya meraih satu kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di semua ajang. Tentu, catatan ini sudah tergolong buruk untuk juara bertahan Premier League tersebut.
Tentunya, performa buruk bisa membahayakan peluang City untuk bertahan di Liga Champions. Mereka sekarang berada di posisi ke-22 dalam klasemen. Sementara tim yang boleh ikut playoff knockout hanya sampai peringkat 24 saja.
Lalu di Premier League, Manchester City juga terancam tak bisa mempertahankan gelarnya. Sebab mereka tertinggal delapan poin dari Liverpool yang memuncaki klasemen dengan satu laga tunda untuk dimainkan.
Baca juga: Liverpool Unggul 11 Poin Atas Manchester City, OTW Juara Premier League Nih?
Tidak heran kalau kritikan menyasar kepadanya, salah satunya datang dari Fabio Capello. Mantan pelatih Juventus itu berkata bahwa Guardiola akan kehilangan trofi pada musim ini karena sudah bertindak arogan.
“Guardiola adalah pelatih hebat, tapi dia terlalu arogan dan lancang. Beberapa kali, dia bahkan pernah kehilangan trofi karena ingin membuktikan bahwa dia yang juara, bukan para pemain,” kata Capello dikutip Goal International.
“Jadi dia tidak memainkan figur kunci dari lapangan untuk laga-laga besar. Itu, menurut pandangan saya, adalah percobaan untuk merebut lamput sorot dan pujian dari skuatnya,” lanjut pria berkebangsaan Italia tersebut.
Kritikan itu mengingatkan kepada keputusan Guardiola saat Manchester City bermain dalam laga final Liga Champions tahun 2021 lalu. Di mana dirinya memilih untuk tidak memasang Rodri dan Fernandinho dalam starting XI-nya.
Ia bahkan hanya memainkan Ilkay Gundogan sebagai satu-satunya gelandang bertahan di pertandingan tersebut. Hasilnya, Guardiola menjadi sasaran kritik karena bertanggung jawab atas kekalahan City dari CHelsea dengan skor 0-1.
(Goal International)