
Sumber: Getty/Rich Storry
SABANEWSINDO.com – Manchester City harus menerima sanksi atas perbuatan tidak terpuji yang dilakukan selama dua musim terakhir. Perilaku itu sendiri diketahui telah dilakukan oleh The Citizens sebanyak 22 kali.
Jadi, aturan tersebut berkaitan dengan pertandingan. Aturan L.33 yang tercantum dalam regulasi Premier League berujar bahwa sebuah klub tidak boleh menyebabkan terjadinya penundaan kick-off kecuali karena ‘alasan yang bagus’.
The Citizens melakukan kesalahan tersebut sebanyak 22 kali dalam rentang waktu dua musim terakhir. Paling pada pada laga terakhir musim 2023/24, di mana pertandingan telat dilaksanakan selama dua menit dan 46 detik.
Jika ditotal, klub besutan Josep Guardiola itu telah menunda kick-off selama 39 menit dan 52 detik. Mereka pun harus menerima denda sebesar dua juta pounds atas pelanggaran tersebut kepada pihak penyelenggara.
“Premier League dan Manchester City FC menandatangani perjanjian sanksi setelah klub mengakui pelanggaran aturan Premier League L.33 terkait kewajiban kick-off dan re-start,” tulis pernyataan dari Premier League.
Baca juga: Klarifikasi Julian Alvarez Terkait Karirnya Di Manchester City, Ini Bunyinya!
“Pelanggaran tersebut berkaitan dengan sejumlah laga Premier League yang dilakukan selama musim 2022/23 dan 2023/24. Aturan terkait kick-off dan re-start membantu untuk memastikan organisasi kompetisi diatur sesuai dengan standar profesional dan menyertakan kepastian buat fans dan klub yang berpartisipasi.”
“Aturan itu juga memastikan penyiaran seluruh 380 pertandingan liga di seluruh dunia sesuai jadwal. Sesuai dengan peraturan Premier League, perjanjian sanksi telah diratifikasi oleh tiga anggota panel peradilan independen.”
Itu bukan satu-satunya pelanggaran yang dihadapi oleh Manchester City. Seperti diketahui, mereka tengah dituduh atas 115 pelanggaran berkaitan dengan regulasi Financial Fair Play (FFP) dari Premier League.
Pelanggaran itu sendiri didominasi oleh kegagalan klub untuk memberikan informasi finansial terbaru dari musim 2009/10. Selain itu juga, Manchester City diketahui 35 kali gagal dalam berkoordinasi dengan investigasi yang dilakukan Premier League.
Untuk kasus ini sendiri masih di dalam proses investigasi. Manchester City masih bisa mengikuti ajang Premier League musim depan dan sedang melakukan persiapan dengan mengikuti sejumlah laga uji coba.
(Metro Sports)