Sumber: Reuters/Carl Recine
SABANEWSINDO.com – Manchester United tak memiliki modal kepercayaan diri yang cukup untuk menghadapi Bayern Munich di matchday terakhir fase grup Liga Champions musim ini. Padahal, hanya dengan kemenangan tim besutan Erik Ten Hag tersebut bisa lolos ke babak berikutnya, dengan harapan FC Copenhagen dan Galatasaray bermain imbang.
Minimnya optimisme tak bisa dilepaskan dari hasil mengecewakan di akhir pekan. Menghadapi Bournemouth di kandang sendiri, United dipecundangi dengan skor 3-0. Kekalahan tersebut menjadi kekalahan ke-11 dalam 23 laga di musim ini, yang membuat tim berada dalam sorotan.
Ten Hag sendiri sadar jika timnya tidak dalam kondisi mental yang bagus menghadapi partai krusial menghadapi Bayern diajang Liga Champions. Apalagi skenario yang dibutuhkan adalah kemenangan menghadapi tim yang sejak 2017 tidak pernah mengalami kekalahan di fase grup.
“Yang saya tahu adalah saya tidak pernah memikirkan skenario negatif,” kata Ten Hag.
“Kami berpikir positif. Kami tahu apa yang harus dilakukan, kami harus menang untuk bertahan di Eropa, itu soal itu. Kami akan mempersiapkan tim dengan perasaan itu, dengan keyakinan itu, yang telah kami tunjukkan dalam beberapa minggu terakhir ketika kami berada dalam kondisi terbaik kami.” kita bisa melakukannya.”
Baca juga: Scott McTominay: Suasana Di Ruang Ganti Toxic Banget, Tapi…
Bayern menghadapi pertandingan ini setelah kalah 5-1 dari Eintracht Frankfurt pada hari Sabtu, sementara Ten Hag, meski kalah dari Bournemouth, mengambil sisi positif dari kemenangan 2-1 atas Chelsea pekan lalu. Hasil tersebut juga menjadi sumber inspirasi bagi pemain United jelang menghadapi Bayern.
“Kami harus menunjukkan kepada mereka [para pemain] klip dari laga melawan Chelsea,” kata Ten Hag.
“Bagaimana mereka bisa bermain, jika kami melakukan itu, semuanya ada, dan kami punya rencana bagus dan, seperti yang saya katakan, kami bisa mengalahkan lawan mana pun.
“Saya pikir Old Trafford bukanlah tempat yang bagus untuk didatangi lawan. Kami menyadarinya dan itu dimulai dari diri kami sendiri. Kami bersama dan selama saya di sini, saya merasa kami benar-benar bersama.”