
Sumber: Getty/Kym Illman
THESABASPORTSINDO.COM – Liam Nawson baru-baru ini buka suara terkait statusnya di tim Red Bull. Ia mengaku tidak terlalu berharap untuk dijadikan pembalap tim utama Red Bull di musim depan.
Lawson merupakan salah satu pembalap muda potensial yang dimiliki oleh Red Bull. Ia merupakan pembalap cadangan Red Bull sejak tahun 2022, di mana ia disebut-sebut sebagai salah satu pembalap muda paling potensial saat ini.
Baru-baru ini, Lawson mendapatkan rejeki besar. Pembalap 22 tahun itu dipastikan akan menggantikan Daniel Riccardo di tim satelit Red Bull, RB di sisa musim ini, di mana ia akan melakoni enam grand prix dan tiga sprint race.
Banyak yang menilai bahwa ini akan jadi pembuka jalan Lawson untuk promosi ke tim utama Red Bull. Apalagi Red Bull sedang mencari pengganti Sergio Perez di tim mereka di musim depan.
Baru-baru ini, Lawson ditanyai mengenai kans ia promosi ke tim utama Red Bull di musim depan. Sang pemuda mengaku tidak mau terlalu banyak berharap akan hal itu.
Baca Juga: Mantan Bos Pertanyakan Keputusan Ferrari Rekrut Lewis Hamilton
“Itu (promosi ke tim utama Red Bull) tidak menjadi pikiran saya saat ini. Namun saya tahu bahwa ketika saya berada di tim kedua Red Bull dan jika saya mampu tampil dengan baik maka saya akan promosi ke tim utama Red Bull,” ujar Lawson kepada F1 Nation Podcast.
“Target saya adalah balapan dengan tim utama Red Bull di masa depan. Saya juga tahu bahwa tim ini mulai mempersiapkan masa depan Red Bull jika Max (Verstappen) atau Checo (Sergio Perez) memutuskan untuk pindah tim dan mereka butuh pembalap yang siap untuk menggantikan keduanya.”
“Jadi jika saya tampil dengan baik di tim cadangan Red Bull, maka saya tahu saya akan mendapatkan di tim ini. Kapan itu akan terjadi? Well saya tidak terlalu memikirkan itu karena saya tahu untuk bisa mendapatkan tempat itu, semua akan tergantung dengan performa saya,” pungkas sang pembalap.
Lebih lanjut, Lawson juga mengaku tidak kaget dibiarkan balapan di RB di sisa musim ini. Ia menyebut ia sudah dijanjikan kesempatan untuk balapan di F1 sejak tahun lalu.
“Sederhananya, mereka berharap saya bisa tampil sebagus Yuki, dan itu jadi tujuan tim ini. Mereka ingin saya menyamai performa Yuki dan mereka ingin kami mendapatkan poin,” sambung Lawson.
“Tim ini sedang bersaing di kategori pabrikan, dan itu sangat penting bagi VCRAB. Jadi tujuan kami adalah meraih sebanyak mungkin poim.”
“Jika kami mampu mendapatkan poin maka pada dasarnya kami telah melakukan pekerjaan yang bagus. Jadi target sudah ditentukan dan kami akan terus dievaluasi,” ia menandaskan.