
Sumber: Getty/Gualter Fatia
SABANEWSINDO.com – Tidak seperti biasanya Manchester City mengalami kekalahan beruntun. Sampai-sampai sang pelatih, Josep Guardiola, jadi ragu bisa membawa timnya keluar sebagai juara Premier League musim ini.
Pekan ini, Manchester City dipaksa bertekuk lutut oleh Brighton dengan skor 1-2 dalam laga lanjutan Premier League. Kendati sudah sempat unggul lebih dulu lewat Erling Haaland, mereka gagal membendung gol dari Joao Pedro dan Matt O’Riley.
Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk yang sedang dialami Manchester City. Terhitung sejak melawan Tottenham di ajang Carabao Cup, klub berjuluk The Citizens itu sudah menelan empat kekalahan secara berturut-turut.
Manchester City juga cuma bisa memproduksi satu gol dalam empat laga tersebut dan kebobolan 10 kali. Dan dua pertandingan terakhir, Phil Foden dkk selalu tumbang kendati sudah sempat unggul lebih dulu.
Catatan ini cukup mengkhawatirkan karena, secara perlahan, Manchester City jadi tergeser dari bursa peraih gelar khususnya Premier League. Untungnya saat ini, mereka masih bisa duduk dengan nyaman di peringkat kedua.
Baca juga: Pep Guardiola Tidak Sesali Tersingkirnya Manchester City dari Carabao Cup
Guardiola menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan The Citizens saat ini. Sampai-sampai dirinya merasa bahwa gelar juara takkan kembali ke tangan jika situasinya masih berlanjut. “Kami harus coba untuk meraih kemenangan lagi,” katanya.
“Kami tak mampu mempertahankan ritme di babak kedua. Empat kekalahan beruntun. Kami harus mengubah situasi secepatnya. Jadwalnya akan jadi berat, tapi itu akan terjadi ketika para pemain sudah kembali.”
“Mungkin setelah tujuh tahun memenangkan enam Premier League, munngkin satu tahun tim lain lebih pantas menerimanya. Kami akan lihat apa yagn terjadi di Liverpool saat menghadapi Aston Villa. Lihat nanti,” lanjutnya.
Ketika berita ini ditulis, Liverpool sudah meraih kemenangan dengan skor 2-0 atas Aston Villa. Membuat selisih poin di antara kedua tim jadi melebar hingga lima angka. Tentu ini akan menjadi PR besar ketika City kembali bermain usai jeda internasional.
“Kalah dua kali beruntun [di liga] tidak menyenangkan. Performa di beberapa momen tertentu sudah bagus, tapi tidak pada menit yang kami butuh. Kami harus berubah untuk menang. Kami tidak terlalu jauh – di posisi dua menuju jeda internasional,” tutupnya.
(Sports Mole)