
Sumber: Instagram @marcobez72
SABANEWSINDO.com – Salah satu rumor perpindahan pembalap yang menarik perhatian menyangkut nama Marco Bezzecchi. Ia sempat diisukan bakal meninggalkan VR46 untuk bergabung dengan Pramac Ducati.
Bukan sesuatu yang mengherankan kalau pembalap asal Italia itu menarik perhatian banyak tim. Sebab, ia tampil memukau bersama VR46 di sepanjang musim 2023 dan berhasil finis di peringkat ketiga dalam klasemen akhir.
Sejumlah rumor menyebutkan kalau Pramac Ducati telah melakukan pendekatan terhadap sang pembalap. Namun pada akhirnya, Bezzecchi memilih untuk bertahan di VR46. Baru-baru ini, ia menjelaskan alasan di balik keputusannya itu.
“Itu adalah keputusan dari hati. Tapi saya tak menampik bahwa saya memang sangat memikirkan apa yang harus dilakukan. MotoGP zaman sekarang bukan lingkungan yang mudah, dan anda tidak boleh salah ambil jalan.”
“Ini juga keputusan hidup dan saya senang di tempat sekarang, sebab sudah merupakan kebiasaan saya untuk memberikan yang terbaik dan harus ada kondisi tertentu agar mampu melakukannya,” lanjutnya kepada Gazzetta.
Baca juga: Tak Juga Dipromosi, Jorge Martin Ancam Ducati
Meski Bezzecchi bertahan, VR46 tak bisa terhindar dari perubahan tim. Luca Marini memilih untuk memenuhi pinangan dari Repsol Honda guna menggantikan Marc Marquez yang hengkang ke Ducati Gresini.
Keputusan tersebut berada jauh dari prediksi Bezzecchi. Sebelumnya, ia cukup yakin akan balapan bersama VR46 dengan Marini musim depan. Sehingga kepindahan mantan rekannya itu terasa mengejutkan.
“Sejujurnya, sebelum menandatangani kontrak untuk bertahan dengan tim VR46, saya tidak hau bahwa Luka akan pindah ke Honda. Juga karena, dari apa yang saya tahu, itu adalah keputusan di menit-menit akhir,” katanya lagi.
“Meski begitu, saya tetap memiliki antusiasme yang sama seperti biasa; apa yang saya miliki saat menandatangani kontrak bersama tim Vale. Saya selalu akrab dengan Luca dan akan aneh rasanya tidak melihat di garasi lagi.”
Musim lalu, hanya ada dua pembalap yang lebih baik dari Bezzecchi di klasemen, yakni Jorge Martin dan Francesco Bagnaia. Itu artinya, ia juga punya peluang untuk keluar sebagai juara pada pagelaran MotoGP 2024.
Pembalap berusia 25 tahun itu pun tidak ragu untuk memasang target tinggi pada kompetisi berikutnya. Akan tetapi, Bezzecchi enggan sesumbar dan berharap bisa tetap merendah selama pertarungan berlangsung.
“Seperti semua pembalap, saya punya mimpi besar. Tapi saya juga belajar untuk tetap merendah. Pada akhir uji coba musim dingin, saya ingin menyusun dan, secara realistis, menentukan objektif di 2024. Saya percaya ada elemen yang dievaluasi,” pungkasnya.
(Crashnet)