
Sumber: Instagram @juventus
SABANEWSINDO.com – Kritikan keras dilontarkan Massimiliano Allegri terhadap pemain Juventus usai bermain imbang 2-2 melawan Cagliari di ajang Serie A. Ia merasa para pemainnya mencoba bermain tiki-taka dan tidak senang dengan itu.
Juventus bertemu Cagliari dalam laga lanjutan Serie A yang digelar di Sardegna Arena, Sabtu (20/4/2024) dini hari. Dengan misi membawa pulang tiga poin, mereka justru kebobolan dua gol lebih dulu pada babak pertama.
Gawang Wojciech Szczesny jebol pada menit ke-30 lewat sepakan penalti hasil eksekusi Gianluca Gaetano. Lalu enam menit berselang, wasit kembali memberikan hadiah penalti kepada Cagliari yang sukses dieksekusi Yerry Mina.
Mengejar ketertinggalan dua gol bukan perkara mudah. Untungnya, Juventus punya waktu untuk melakukan itu. Pada babak kedua, mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Dusan Vlahovic dan gol bunuh diri Alberto Dossena.
Beberapa peluang diciptakan Juventus setelah mencetak dua gol tersebut. Sayangnya, sampai wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, klub berjuluk Bianconeri itu gagal mendapatkan gol ketiganya.
Baca juga: Alessandro Del Piero Restui Kenan Yildiz Pakai No.10 di Juventus
Pada akhirnya, mereka harus puas membawa pulang satu poin dari markas Cagliari. Allegri yang menemui awak media setelah pertandingan mengekspresikan kekecewaan terhadap performa anak asuhnya, khususnya pada babak pertama.
“Sederhana, kami membiarkan tujuh serangan balik dan secara konstan mencoba operan tiki-taka terhadap seseorang yang berjarak satu meter serta melakukannya secara salah,” kata Allegri soal kesalahan di babak pertama, dikutip Sky Sport Italia.
“Melawan tim yang agresif seperti Cagliari, anda harus bertarung. Kami tidak memahami situasi itu, khususnya dengan bola yang tidak terlalu bergulir di lapangan, kami malah harus membuat umpan panjang.”
“Kami membiarkan tujuh serangan balik, melakukan banyak kesalahan teknis, dan ketika anda bermain pada babak musim seperti ini, anda akan kalah jika tidak mampu menyeimbangi intensitas lawan.”
“Itulah mengapa pemain Cagliari mengalami kram di akhir laga, mereka memberikan segalanya. Dalam situasi seperti itu, anda harus mengimbangi intensitas mereka atau menyelesaikannya dengan presisi teknis, dan kami tidak melakukan keduanya,” pungkasnya.
(Sky Sport Italia)