
Sumber: Instagram @88migueloliveira
SABANEWSINDO.com – Repsol Honda sempat dikabarkan tertarik merekrut Miguel Oliveira sebagai pengganti Marc Marquez yang hengkang ke Ducati Gresini. Sayangnya, rumor tersebut tidak kunjung terealisasi.
Bukan sesuatu yang mengherankan kalau pembalap asal Portugal itu masuk dalam daftar incaran Honda. Pasalnya, Oliveira memiliki pengalaman apik dengan catatan lima kali juara bersama KTM.
Menurut laporan yang beredar, proses perbincangan antara kedua belah pihak telah sampai pada fase durasi kontrak. Diketahui bahwa Honda hanya menawarkan kontrak yang berlaku selama satu tahun saja.
Pemberitaan kemudian tenggelam, mengindikasikan kalau kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Terbukti benar, karena Honda memutuskan untuk merekrut Luca Marini dari Mooney VR46 Racing Team.
Rumor kedekatan Repsol Honda dengan Miguel Oliveira kemudian tenggelam oleh waktu, dan terungkit lagi setelah sang pembalap angkat bicara. Ia membeberkan alasannya menolak kesempatan untuk pindah.
Baca juga: Francesco Bagnaia Punya Keinginan Untuk Motor Ducati 2024
“Mereka ingin pembalap pindah ke sana untuk satu tahun dan di zaman sekarang, saya pikir terlalu riskan untuk melakukan itu,” kata Oliveira seperti yang dikutip dari Crashnet.
“Mereka [Honda] adalah pabrikan terbesar di dunia dengan segala kemampuan ekonomin dan kemampuan manusia untuk membangun motor dan tim yang kuat, hanya saja…”
“Sebagai seorang pembalap, anda akan memutuskan hubungan dengan satu pabrikan yang dituju, tanpa jaminan masa depan? Setiap pembalap [menyelesaikan] siklus kontrak dua tahun ini tahun depan, jadi semuanya akan terbuka [untuk 2025].”
“Saya tidak melihat bagaimana mungkin mengambil risiko sebesar itu [pindah ke Honda] tanpa jaminan kelanjutan. Itu akan terlalu sulit. Ini bisnis. Mereka [pabrikan] mencari kesempatan dan begitu juga dengan kami.”
“Terkadang ekspektasi kami tidak sama seperti apa yang ditawarkan dan apa yang mungkin untuk pabrikan. Jadi saya tidak kecewa,” lanjutnya.
“Sudah jelas akan berbeda karena itu adalah kursi pabrikan dan saya hanya mungkin berada di kursi pabrikan pada musim ’25 atau ’26. Jadi dalam kasus itu, mereka harusnya menawarkan lebih dari apa yang saya punya sekarang [di Aprilia]. Itulah kenapa saya senang dengan tempat yang sekarang,” pungkasnya.
(Crashnet)