
Sumber: Instagram @lucamarini10
SABANEWSID.com – MotoGP 2023 tinggal menyisakan satu pekan lagi. Roster tim yang akan berpartisipasi pada musim depan pun sudah mulai lengkap, kecuali Repsol Honda. Sampai sekarang, mereka masih belum mengumumkan pengganti Marc Marquez.
Seperti diketahui, Marquez memilih memutus kontraknya lebih dini dengan Honda. Kekecewaan terhadap motor dari Honda membuat dirinya lebih memilih hengkang ke Ducati Gresini di tahun 2024.
Honda lalu melakukan pencarian pembalap baru di sisa musim 2023. Mulai dari Miguel Oliveira, Fabio Di Giannantonio, hingga pembalap Moto2, Fermin Aldeguer. Pada akhirnya, pilihan jatuh kepada Luca Marini.
Sejumlah laporan menyatakan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk bekerja sama mulai tahun 2024. Tetapi sampai saat ini, Honda belum juga meresmikan kepindahan Marini. Sang pembalap bahkan terlihat kesal.
“Harusnya ada beberapa berita! Sebab dalam satu pekan ini kami akan menyelesaikan musim,” kata Marini seperti dikutip Crashnet. Ya, MotoGP 2023 tinggal menyisakan satu seri lagi yang digelar di Valencia.
Baca juga: Jorge Martin Kenapa? Marc Marquez Bilang Dia Tidak Seperti Biasanya
Lantas, apa yang membuat Honda tak kunjung meresmikan kepindahan Marini dari VR46? Mantan pembalap MotoGP, Michael Laverty, tampaknya tahu apa yang terjadi di balik layar dan membagikannya kepada TNT Sports.
“Masih butuh waktu. Mereka menginginkan beragam klausul, yakni klausul keluar. Mereka ingin kontrak dua tahun serta tambahan satu tahun lagi untuk membawa mereka paralel dengan pembalap lainnya,” kata Laverty.
“Anda akan paham mengapa ini membutuhkan waktu. Ini adalah langkah besar. Namun dia sedikit menggeliat di sana, ketika ditanya pertanyaan itu! Dia orang yang baik, ingin menjawab, tapi tidap bisa memberikan kutipan apapun.”
Mantan pembalap MotoGP lainnya, Sylvain Guintoli, juga memiliki sedikit informasi. Ia merasa bahwa kedua belah pihak masih mendiskusikan masalah-masalah teknis. Ia percaya kalau proses negosiasi akan segera selesai.
“Kedengarannya tinggal masalah detail teknis saja sekarang. Langkah ini akan terjadi. Perpindahan yang tegas. Kami harus memberikan waktu untuk melihat ke mana semuanya bakal berjalan,” tutur Guintoli.
“HRC sedang menyelesaikannya. Mereka adalah manufaktur terbesar, punya kekuatan. Ada reorganisasi terjadi di Honda, dengan menyatukan roda empat dan roda dua dalam satu departemen. Itu kedenganran bagus dari sisi aero.”
(Crashnet)