
Sumber: Instagram @officialasroma
SABANEWSID.com – AS Roma diprediksi takkan kesulitan untuk meraih tiga angka saat bertandang ke markas Servette dalam laga lanjutan fase grup Liga Europa hari Jumat (1/12/2023). Tapi kenyataannya, raksasa Italia tersebut hanya mampu memetik hasil seri.
Pertandingan yang berlangsung di Stade de Geneve tersebut berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. Roma sempat unggul lebih dulu berkat gol dari Romelu Lukaku, sebelum dibalas oleh Chris Bedia pada babak kedua.
Untungnya, hasil imbang ini tidak menutup jalan AS Roma untuk melaju ke fase gugur. Tambahan satu poin membuat Giallorossi bisa menempati peringkat kedua dengan raihan 10 poin.
Masih ada satu pertandingan yang tersisa. Roma juga punya peluang untuk lolos ke fase gugur sebagai juara Grup G karena hanya terpaut dua angka dari pemuncak klasemen sementara, Slavia Praha.
Namun situasi ini tidak cukup untuk membuat Jose Mourinho selaku pelatih AS Roma merasa puas. Ia merasa timnya bisa tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut dan keluar sebagai pemenang.
Baca juga: Real Madrid atau Arab Saudi, Mana yang Dipilih Oleh Jose Mourinho?
“Sayang sekali anda tidak memiliki kamera di ruang ganti kami pada jeda babak pertama, sebab saya selalu menjelaskan ke pemain bahwa lawan yang bermain di kandang dan tertinggal satu gol akan keluar untuk berjuang,” katanya.
“Itu reaksi natural, sesuatu yang bisa diduga. Tapi lagi-lagi, sikap kami dangkal dalam mengintepretasikan momen dalam pertandingan. Ada pemain yang melewatkan kesempatan untuk membuktikan diri, contohnya Aouar.”
“Ada beberapa yang duduk di bangku cadangan dan masuk di Serie A dengan sikap bagus, kemudian di Liga Europa mereka bermain lesu, seperti tak terbiasa di bangku cadangan lalu tidak mengembangkan permainannya,” lanjutnya.
Hasil imbang membuat Roma gagal menyalip Slavia Praha. Dan itu tentu berbahaya, sebab mereka bakal ketemu dengan cabutan Liga Champions di babak playoff. Mereka bisa bertemu klub papan atas dan kemudian tersingkir lebih dulu.
“Akan sulit menghadapi tim yang turun dari Liga Champions. Ini menjadi dua laga Eropa, salah satunya di Stadio Olimpico yang bakal dipenuhi fans. Saya tidak ingin membuat drama tersingkir dari play-off,” kata Mourinho lagi.
“Dramanya adalah apabil kami mendapatkan sikap yang salah dari para pemain ini dan mereka yang main di babak kedua, berulang kali. Saya sesungguhnya tidak paham.”
“Saya memimpin 150 laga Liga Champions, yang lebih sulit, dan sepertinya ada orang-orang yang tidak memiliki sejarah bagus di Eropa lalu memainkan laga-laga ini dengan usaha yang minimal.”
“Mereka adalah orang-orang yang memberikan segalanya selama 90 menit dan yang menunjukkan batang hidungnya dalam kompetisi tersebut,” pungkasnya.
(Football Italia)