
Sumber: Instagram @official_sslazio
SABANEWSID.com – Derby della Capitale antara Lazio melawan AS Roma di ajang Serie A hari Senin (13/11/2023) berakhir damai. Walaupun ada perkataan dari pelatih Lazio yang menyebut nahkoda AS Roma, Jose Mourinho, menyebalkan.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kedudukan 0-0. Kedua tim bermain sama kuat dan tidak banyak menghasilkan peluang. Lazio hanya melepas dua tembakan tepat sasaran, sementara Roma cuma satu.
Berkaca dari statistik pertandingan, skor imbang 0-0 ini terasa wajar. Kedua tim harus berbagi poin yang tidak memberikan pengaruh besar di dalam klasemen. Roma duduk di peringkat tujuh, sementara Lazio 10.
Rivalitas antara kedua tim ini sudah mendarah daging. Namun pada laga kemarin, suasananya tampak bersahabat. Maurizio Sarri dan Jose Mourinho tidak terlibat dalam pertengkaran dan bahkan saling melemparkan candaan di akhir laga.
“Kami sudah sering berpapasan sebelum pertandingan ini. Saya berkata kepada dia: ‘Anda benar-benar menyebalkan’. Dia menjawab: ‘untuk soal itu, anda juga’,” cerita Sarri kepada awak media, seperti dikutip Football Italia.
Baca juga: Bukan ke Arab Saudi, Jose Mourinho Bakal Jadi Pelatih Real Madrid Lagi?
“Saya tidak suka berurusan dengan Mourinho dalam versi karakter di hadapan media, tapi Mourinho yang aslinya adalah sosok yang hebat,” lanjutnya.
Tentu ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Maurizio Sarri dan Jose Mourinho kerap bersitegang di beberapa kesempatan. Khususnya ketika kedua pelatih tersebut menukangi timnya masing-masing di ajang Premier League.
Setelah membicarakan Mourinho, Sarri mendiskusikan permainan timnya di laga kontra Roma. Ia merasa bahwa timnya masih kekurangan satu hal, yakni ancaman di lini depan seperti yang ditunjukkan pada musim lalu.
“Kami sudah bertumbuh dari segi taktik, menemukan kembali solidaritas, menumbuhkan karakter juga. Kami hanya perlu menjadi berbahaya di depan seperti di musim kemarin,” kata pria berumur 64 tahun tersebut.
“Kami harus menyerang area penalti dengan lebih konsisten dan berkuantitas. Ini sesungguhnya bukan karakteristik kami, kami kehilangan kemampuan untuk menaruh pemain di dalam kotak penalti,” pungkasnya.
(Football Italia)