
Sumber: Instagram @arsenal
SABANEWSINDO.com – Huru-hara terjadi dalam laga sengit yang mempertemukan dua klub papan atas Inggris, Liverpool dan Arsenal. Pada menit ke-20, Martin Odegaard selaku pemain the Gunners terlihat menyentuh bola menggunakan tangannya.
Kejadian itu sendiri memang terlihat aneh. Odegaard dalam keadaan terjatuh ketika tangannya menyentuh bola. Tangan pemain asal Norwegia itu juga terlihat aktif hingga mengubah lajur bola.
Tim VAR melakukan pengecekan lewat tayangan ulang kejadian. Setelahnya, mereka memberitahu wasit yang memimpin pertandingan untuk tidak memberikan penalti ke Liverpool.
Ini menjadi pertanyaan besar bagi pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, dan diungkapkan saat menemui awak media setelah pertandingan. Ia bingung mengapa wasit tidak memberikan penalti atas kejadian tersebut.
“Situasi penalti itu aneh, saya tidak tahu apakah wasit bisa melihatnya, tapi jika anda melihatnya lagi dan saya tidak yakin bagaimana mungkin bisa menyebut itu sebagai tidak penalti,” katanya seperti dikutip Goal International.
Komentar serupa juga dilontarkan oleh mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, yang menyaksikan pertandingan sebagai pandit. Ia meyakini kalau kejadian tersebut harusnya berujung pada penalti.
Baca juga: Lihat Pemain Arsenal Handsball, Jurgen Klopp Protes: Kok Tidak Penalti?
“Saya pikir itu penalti buat Liverpool,” kata Carragher kepada Sky Sports. “Odegaard sangat beruntung. Ketika wasit tidak memberikan penalti, VAR sangat tidak mungkin mengubah keputusan tersebut.”
Professional Game Match Official Limited, atau disingkat PGMOL, akhirnya memberikan penjelasan. Disebutkan kalau “tangan Odegaard bergerak menuju tubuh dan bukan ke arah bola seiring dengan terjatuhnya dirinya.”
Hal ini juga telah tertuang dengan jelas dalam Laws of the Game. “Adalah sebuah pelanggaran apabila pemain dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan/lengan.”
“Misalnya menggerakkan tangan/lengan ke arah bola; Menyentuh bola dengan tangan/lengannya ketika hal itu membuat tubuhnya menjadi lebih besar secara tidak wajar.”
“Pemain dianggap membuat tubuhnya lebih besar secara tidak wajar jika posisi tangan/lengannya bukan konsekuensi dari, atau dapat dibenarkan oleh, gerakan tubuh pemain tersebut untuk situasi tertentu. Dengan menempatkan tangan/lengan pada posisi seperti itu, pemain beresika tangan/lengannya terkena bola dan mendapatkan penalti.”
(Sky Sports, Metro Sports)