
Sumber: Getty/Gualter Fatia
SABANEWSINDO.com – Liverpool terlihat memiliki peluang besar untuk keluar sebagai juara Premier League, dengan keunggulan delapan poin yang dimilikinya dari pesaing terdekat. Namun tetap saja, bukan perkara mudah untuk mempertahankan keunggulan tersebut.
Ya, Liverpool saat ini sedang menduduki puncak klasemen dengan selisih poin yang sudah disebutkan dari pesaing terdekat, Brighton & Hove Albion. Jarak ini bahkan bisa bertambah kalau The Reds mampu mengalahkan The Citizens akhir pekan ini.
Delapan poin, artinya tim terdekat harus menang tiga kali secara beruntun untuk bisa merebut puncak klasemen dari Liverpool. Dan tentu saja The Reds juga harus menelan kekalahan tiga kali secara berturut-turut.
Masalahnya adalah, Liverpool sedang dalam performa puncaknya. Kepergian Jurgen Klopp seolah-olah tidak ada artinya bagi para pesaing. Sebab Arne Slot yang menggantikannya pada awal musim mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Perlu dicatat bahwa Liverpool baru menelan satu kekalahan dan satu hasil imbang sejauh ini. Yang artinya, mereka berhasil meraih 10 kemenangan dari 12 pertandingan yang sudah dilakoni. Inilah yang membuat jarak dengan pesaing bisa terlampau jauh.
Baca juga: Inikah Striker yang Ingin Dibajak Arsenal Pada Bulan Januari Nanti?
Tidak heran kalau publik menjagokan Liverpool menjadi juara Premier League musim ini. Walaupun, masih ada banyak laga untuk dimainkan sampai akhir musim nanti. Meski begitu, mereka juga tetap harus waspada.
Arsenal juga pernah berada dalam situasi serupa, dan berakhir dengan kepedihan. Pada Maret 2023 lalu, The Gunners sempat unggul delapan poin dan diprediksi akan menjadi juara. Namun tetap saja, mereka bisa disalip oleh Manchester City.
“Ya, kami pernah ada di posisi itu. Dan untuk mempertahankan keunggulan selama 10 bulan itu sulitnya bukan main. Semuanya harus berjalan sesuai dengan rencana,” kata pelatih Arsenal, Mikel Arteta, seperti dikutip Metro Sports.
“Dan sedihnya, ketika anda pikir sudah memilikinya, dalam satu hari, plop, keunggulan itu kolaps. Dan itu bisa terjadi karena hasil pertandingan, cedera, atau dari berbagai macam keputusan. Dan itu bisa terjadi kapan saja. Anda harus siap untuk itu.”
“Namun lagi-lagi, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Apa yang bisa kita kendalikan adalah apa yang bisa kita lakukan dan melakukannya dengan kemampuan paling terbaik,” tandasnya.
(Metro Sports)