
Sumber: Instagram @liverpoolfc
SABANEWSINDO.com – Masih ingat duel antara Liverpool kontra Arsenal yang digelar di Anfield pada akhir Desember 2023 lalu? Laga ini mengundang banyak perhatian lantaran diselimuti oleh sebuah momen yang cukup kontroversial.
Kedua tim tersebut dipertemukan dalam laga lanjutan Premier League, tepatnya sehari sebelum perayaan Natal. Liverpool dan Arsenal hanya mampu menghasilkan satu gol, sehingga duel berakhir imbang dengan skor 1-1.
Arsenal unggul lebih dulu melalui aksi Gabriel Magalhaes pada menit ke-4, sebelum dibalas Liverpool lewat Mohamed Salah di menit ke-29. Sejatinya, Liverpool bisa memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan lebih dulu.
Semua bermula ketika Liverpool melancarkan serangan ke kotak penalti Arsenal. Pemain Arsenal, Martin Odegaard, sempat terkecoh ketika hendak menghentikan salah satu pemain The Reds yang sedang menggiring bola.
Ia terpeleset, dan bola bergulir mengarah ke tangannya yang berniat menapak di tanah guna menjaga keseimbangan. Momen itu terjadi di kotak terlarang dan seharusnya wasit menunjuk titik putih untuk memberikan penalti.
Baca juga: Skenario Kylian Mbappe Gabung Liverpool, Apakah Mungkin Terjadi?
Akan tetapi, wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan. VAR kemudian melakukan intervensi, namun pada akhirnya memutuskan untuk menyepakati keputusan wasit. Alhasil, The Reds pun tidak mendapatkan penalti dari kejadian itu.
Hampir sebulan berlalu, dan PGMOL baru memberikan komentar terkait huru-hara tersebut. Howard Webb selaku petinggi PGMOL mengakui bahwa wasit telah membuat keputusan yang salah.
“Wasit di lapangan menyadari bahwa Odegaard terpeleset dan melihat tangannya jatuh ke tanah. Kami sudah pernah bicara soal tangan penopong jika seseorang terjatuh itu adalah hal yang wajar, dan konsepnya sudah mapan.”
“Dia terpeleset, tangannya keluar, tapi dia sebenarnya menarik tangannya kembali ke arah tubuh yakni ketika bola menyentuh lengan. VAR mleihat itu dan berpikir bahwa Odegaard berusaha membuat tubuhnya mengecil.”
“Itu elemen yang penting – entah itu naluri atau kesengajaan, dia mendapat keuntungan besar dengan mengarahkan tangan kembali ke arah bola, dan umpan balik yang kami dapatkan sudah sangat jelas. Laga ini mengharapkan adanya penalti.”
“Dalam situasi ini, saya setuju. Dan karena saya pikir adalah salah satu yang tidak mencapai keputusan yang tepat,” tutup Howard ketika berbincang dengan Michael Owen dalam Match Officials Mic’d Up, dikutip Goal International.
(Goal International)