Sumber: Reuters/Molly Darlington
SABANEWSINDO.com – Jepang akan menghadapi Indonesia pada matchday terakhir fase grup Piala Asia 2023 pada Rabu (24/1) di Al Thumama Stadium.
Baik Jepang maupun Indonesia membutuhkan kemenangan di laga ini untuk memastikan tempat sebagai runner up di Grup D, di bawah Irak, yang akan menghadapi Vietnam. Timnas Jepang lebih diunggulkan meraih kemenangan dibanding Indonesia di laga terakhir Grup D ini.
Secara statistik pertemuan, Jepang lebih dominan meraih kemenangan atas Indonesia ketimbang sebaliknya. Total, 15 kali Indonesia berduel melawan Jepang di berbagai turnamen. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi lebih dari tiga dekade silam, pada 1989, di mana Indonesia kalah telak 5-0 dari Jepang.
Namun begitu, Indonesia bukannya tak pernah menang dari Jepang. Kemenangan terakhi dibukukan pada laga uji coba di tahun 1981, di mana Indonesia menang 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Indonesia juga pernah menang telak atas Jepang dengan skor mencolok 7-0 di fase penyisihan ajang Merdeka Tournament pada 11 Agustus 1968. Masih di turnamen yang sama pada edisi 1954, Indonesia juga mampu mengalahkan Jepang dengan gelontoran lima gol berbalas tiga.
Lalu, bagaimana peluang Indonesia lolos ke 16 besar? Bisa dikatakan relatif terbuka. Namun yang pasti, Indonesia memegang sendiri kendali nasib mereka untuk lolos ke babak berikutnya. Hal ini tak bisa dilepaskan dari kemenangan 1-0 atas Vietnam pada matchday kedua Grup D beberapa waktu lalu.
Terlepas dari hasil melawan Jepang, Indonesia akan menempati posisi tiga klasemen Grup D, unggul secara head-to-head atas Vietnam.
Namun, dari skenario yang mungkin muncul, Indonesia memiliki kesempatan untuk menang. Jika benar terwujud, Indonesia akan menempati urutan kedua klasemen Grup D dan keluar sebagai runner up grup untuk lolos ke babak berikutnya. Media Jepang juga menilai hal itu bisa terjadi jika pemain timnas Jepang menganggap remeh skuad asuhan Shin Tae Yong.
Nikkansport menyoroti Asnawi Mangkualam, kapten Indonesia pencetak gol kemenangan saat melawan Vietnam. Dalam sebuah artikel, Asnawi dipadankan dengan Komodo.
“Mangkualam ‘Komodo’ Indonesia Mewaspadai Jepang, Apakah Dia Tidak Akan melepaskan Gigitannya?” demikian judul artikel yang menampilkan profil singkat mantan pemain PSM Makassar itu.
“Waspadalah terhadap Kapten Mangkualam. Ia merupakan bek kanan agresif yang juga menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di K League Korea,” tulis artikel tersebut.
“Ibarat reptil terkuat yang hidup di negerinya sendiri, kekuatannya adalah kegigihannya, seolah tak lepas begitu menggigit,” beber Nikkansport soal kemampuan Asnawi.
“Meski berposisi sebagai bek, ia mendapat peran sebagai penendang penalti dan mendapat banyak kepercayaan dari pelatih Shin Tae Yong. Dengan tinggi 174 cm, ia tidak terlalu tinggi, tetapi dengan berat 76 kg, ia memiliki fisik yang kukuh dan gerakannya kuat mengingatkan kita pada biawak,” tulis Nikkansport lagi seperti dikutip CNN Indonesia.
“Saya pikir ini tidak akan mudah (melawan Indonesia),” sambung Junya Ito, yang juga dikutip Nikkan Sports.
“Tapi, ini saatnya bagi kami mendominasi,” ujar pemain klub Prancis, Stade Reims itu.
“Saya pikir kita semua merasakan krisis, dan secara pribadi, saya pikir ini saatnya bagi kita untuk terlibat dalam mencetak gol, jadi saya pikir semua orang merasakan krisis tersebut,” tuntasnya.