
Sumber: Instagram @paulpogba
SABANEWSID.com – Nasib Paul Pogba semakin merana. Kasus doping yang menimpa menyulitkan dirinya untuk kembali bermain di Timnas Prancis. Padahal, ada Euro 2024 yang sudah di depan mata.
Tes doping Pogba pada bulan Agustus, tepatnya usai Juventus bertemu Udinese di ajang Serie A menunjukkan hasil positif. Padahal gelandang berumur 30 tahun tersebut hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Pogba kemudian dipersilahkan untuk meminta B Sample agar namanya bersih dari tudingan. Namun sayangnya, berdasarkan laporan dari Gazzetta dello Sport, B Sample miliknya tetap menunjukkan hasil positif.
Kasus ini menghadapkan Pogba dengan hukuman berat. Dari berbagai laporan yang ada, Pogba mungkin bisa mendapatkan larangan terlibat dalam pertandingan selama maksimal empat tahun.
Hukuman itu sendiri tergantung pada konsumsi obat-obatan yang dilarang. Jika Pogba mengonsumsi dengan sadar dan sengaja, bisa saja dirinya mendapatkan hukuman yang maksimal. Jika tidak, Pogba hanya dihukum dua tahun saja.
Baca juga: Bermodal 60 Juta Pounds, Juventus Tawarkan Jalan Keluar Buat Jadon Sancho
Kasus ini tidak hanya memengaruhi Juventus, tapi juga Timnas Prancis. Didier Deschamps selaku pelatih Les Blues berkata bahwa akan butuh waktu untuk Pogba kembali bergabung dengan Kylian Mbappe dkk.
“Semuanya bermula dengan tes doping. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari untuknya, tapi apa yang terjadi kepadanya sangat menyedihkan,” kata Deschamps seperti yang dikutip dari Daily Mail.
“Saya tidak berada di posisi kategorikal atau radikal. Saya tidak tahu apa yang terjadi di masa depan, ini akan butuh waktu. Sebab dia takkan bersama kami untuk sementara waktu,” lanjutnya.
“Saya hanya berharap dia bisa menemukan senyumnya kembali, bahwa dia akan kembali ke lapangan, tapi ini akan membutuhkan waktu.”
Juventus sendiri diketahui sedang mengambil ancang-ancang untuk mendatangkan pengganti Pogba pada bursa transfer Januari mendatang. Diketahui bahwa mereka mengarahkan perhatiannya ke gelandang Tottenham, Pierre-Emile Hojbjerg.
(Daily Mail)