
Sumber: Instagram @fcbarcelona
SABANEWSINDO.com – Real Madrid tengah terpojok, dan Barcelona memanfaatkan situasi untuk menyerang. Situasi ini terjadi karena kontroversi yang terjadi saat Los Merengues bertemu dengan Almeria dalam laga lanjutan La Liga.
Bermain di Santiago Bernabeu pada hari Minggu (21/1/2024), Real Madrid tentunya diprediksi bisa keluar sebagai pemenang dengan mudah. Namun realitanya tidak seperti demikian, sebab Almeria bisa memberikan perlawanan.
Bahkan Real Madrid sempat tertinggal dua gol pada babak pertama. Largie Ramazani dan Edgar Gonzalez menjadi aktor yang membuat Los Merengues harus memutar otak lebih keras agar bisa membalikkan kedudukan.
Di babak kedua, ada tiga momen kontroversial terjadi. Pertama terkait penalti, di mana Jude Bellingham mengeksekusinya dengan baik. Penalti itu sendiri berasal dari handsball yang mengundang perdebatan di publik.
Almeria sempat mencetak gol ketiganya di babak kedua melalui aksi Sergio Arribas. Sayangnya, gol tersebut dianulir usai wasit melakukan pengecekan ulang melalui VAR. Wasit menganggap ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Baca juga: Xavi Hernandez Sindir Kemenangan Kontroversial Real Madrid
Perhatian tertuju kembali kepada wasit saat Real Madrid mencetak gol penyama skor lewat Vinicius Junior. Ia terlihat melakukan handsball dalam prosesnya, tapi wasit tetap mensahkan gol usai melakukan pengecekan ulang melalui VAR.
“Kami dirampok. Dan ini telah terjadi berkali-kali. Kejadian hari ini telah melewati semua batasan: luar biasa. Tidak ada cara lain utnuk memengaruhi mereka memenangkan pertandingan,” tegas pemain Almeria, Gonzalo Melero, dikutip AS.
Ternyata kontroversi tidak hanya sampai di situ saja. Ada juga insiden di mana tangan Vinicius Junior terlihat mengenai wajah pemain Almeria, Alejandro Pozo. Umumnya, kontak dengan wajah pemain lawan berujung pada kartu merah.
Dan baru-baru ini, rekaman audio antara wasit dan VAR pada situasi tersebut tersebar ke publik. Terdengar bahwa Alejandro Hernandez Hernandez selaku wasit mengakui kalau tangan Vinicius mengenai wajah Pozo.
Serangkaian kontroversi ini ternyata menarik perhatian rival Real Madrid, Barcelona. Joan Laporta selaku presiden tidak segan menyebutkan bahwa insiden itu sebagai hal memalukan dan menuntut wasit untuk segera angkat bicara.
“Apa yang terjadi [di Madrid] itu memalukan. Kolektif wasit harus merespon tekanan yang terjadi pada musim ini. Jika mereka tidak melakukannya, kami akan merasa tidak nyaman sebab ini adalah pengabaian tugas,” ucapnya kepada AS.
(Diario AS)