
Sumber: Getty/Ash Donelon
SABANEWSINDO.com – Ruben Amorim mengatakan bahwa kemenangan Manchester United atas Arsenal diraih setelah melalui penderitaan yang luar biasa.
Tidak heran, sepanjang pertandingan The Red Devils memang kalah dominan dari Arsenal yang tampil sebagai tuan rumah. Meski begitu, mereka tetap bersabar menghadapi setiap gempuran dari pasukan Mikel Arteta.
Kesabaran sempat berbuah manis pada menit ke-52 setelah Bruno Fernandes mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 1-0. Namun sayangnya, Manchester United kembali dihadapkan dengan situasi pelik setelah Diogo Dalot dikartu merah pada menit ke-61.
Penderitaan berlanjut dengan pelanggaran yang dilakukan oleh sang bek, Harry Maguire, terhadap Kai Havertz di kotak terlarang pada menit ke-70. Membuat wasit selaku pemimpin pertandingan harus menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti ke Arsenal.
Beruntung, The Red Devils memiliki Altay Bayindir yang tampil sangat gemilang. Ia berhasil menghentikan penalti yang dieksekusi Martin Odegaard dan menjaga kedudukan bertahan 1-1. Beberapa aksinya juga jadi faktor pertandingan berlanjut ke drama adu penalti.
Baca juga: Altay Bayindir: Demi Manchester United, Kita Harus Selalu Siap!
Bayindir kembali menjadi bintang karena menghentikan eksekusi Kai Havertz dalam drama adu penalti tersebut. Membuat Manchester United, yang tampil dengan 10 orang, berhasil menjadi pemenang dan berhak melaju ke putaran berikutnya.
Amorim selaku pelatih memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain. “Untungnya para pemain hadir di sana, mereka berjuang. Terkadang apa yang perlu kita bicarakan sebelum laga bukanlah soal taktik atau teknis, tapi ini,” katanya kepada BBC One.
“Kami harus bersaing tanpa peduli apapun, tanpa peduli situasinya hari ini. Arsenal tak pantas kalah tetapi kami pantas menang. Cara mereka bermain, cara kami bertarung sangatlah berat sejak awal. Kami jarang menyentuh bola tapi punya kontrol tanpa bola.”
“Terkadang kami merasa bahwa semua pada akhirnya akan baik-baik saja. Saya merasakannya sejak awal babak kedua, bahkan setelah penalti. Saya pikir Arsenal merasa bahwa mungkin ini bukan harinya mereka,” lanjut pria asal Portugal tersebut.
“Kami menghadapi tim hebat dan tidak cuma selama 90 menit, lebih dari itu dan anda merasakan kalau para pemain sangat lelah. Namun kami pantas untuk melewati ronde ini karena semuanya menderita dan menunjukkan karakter, itulah yang terpenting,” pungkasnya.
(BBC One)