
Sumber: Instagram @juventus
SABANEWSINDO.com – Fans Juventus harus memendam ekspektasi tingginya. Sebab saat ini, klub berjuluk Bianconeri tersebut masih dalam proses pembangunan dan baru berada di ‘tahun nol’.
Tahun Nol yang dimaksud adalah perumpamaan, di mana klub baru benar-benar memulai proses pembangunannya kembali. Seperti diketahui, Juventus mengalami masa-masa buruk sejak tidak lagi memenangkan gelar Serie A.
Hasil-hasil positif yang diraih pada musim ini membuat Juventus bisa duduk tenang di peringkat kedua klasemen sementara. Hal ini membuat ekspektasi publik jadi tinggi, di mana mereka yakin Juventus bisa keluar sebagai juara.
Namun, tidak bisa dimungkiri kalau Juventus belum begitu meyakinkan untuk meraih Scudetto. Sebab mereka hanya terlibat di kompetisi domestik, yang membuatnya memiliki persiapan lebih baik dari rival-rivalnya.
Itulah kenapa direktur klub, Francesco Calvo, mengingatkan kepada publik bahwa Juventus dalam tahap pembangunan ulang. Mereka masih mencoba memperbaiki kondisi finansial yang sedang carut-marut.
Baca juga: Simone Inzaghi Puji Max Allegri Jelang Inter vs Juventus: Dia Pakar Kemenangan
“Ini adalah Tahun Nol yang pendek buat Juventus, setelah gempa yang menghantam klub. Tujuan utamanya adalah menstabilkan aliran pemasukan, mengingat absen dari Liga Champions merugikan kami sekitar 100 juta euro,” katanya.
“Hasil yang kami dapatkan dari segi nilai para talenta muda dan apresiasi terhadap merek dagang Juve di media sosial membuat kami bisa menjadi lebih optimis. Jika performa di lapangan juga positif, prosesnya bisa jadi lebih cepat.
Proyek NextGen Juventus terbilang cukup sukses. Mereka tak lagi perlu mengeluarkan uang banyak di bursa transfer. Sebab pemain-pemain jebolan skuat U-23 membuktikan kualitasnya selama musim ini.
Pemain seperti Fabio Miretti, Hans Nicolussi Caviglia, dan Samuel Iling-Junior merupakan hasil binaan proyek NextGen. Mereka kini menjadi pilar yang digunakan Juventus untuk meraih sejumlah hasil positif musim ini.
Lalu ada juga pemain muda lain seperti Kenan Yildiz, yang hanya sebentar menyicipi pengalaman bermain di NextGen. Meski usianya baru 18 tahun, Yildiz telah menjadi salah satu talenta yang sulit digantikan di Turin.
Talenta muda ini juga mulai memikat perhatian dari klub lain. Contohnya Dean Hujisen. Pria kelahiran Belanda itu dilepas ke AS Roma untuk mendapatkan pengalaman bermain yang layak di pentas Serie A.
(Sole 24 Ore)