
Sumber: Getty/Juan Cros
THESABASPORTSINDO.COM – Direktur Teknik Yamaha, Max Bartolini mengaku bersyukur bisa memiliki Fabio Quartararo sebagai pembalap timnya. Ia menyebut bahwa Yamaha bakal hancur lebur jika pembalap asal Prancis itu tidak jadi bagian dari tim mereka.
Quartararo bisa dikatakan sudah jadi pembalap senior di Yamaha. Ia pertama kali memperkuat tim satelit Yamaha di tahun 2019 silam sebelum dua tahun berselang dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha.
Di dua musim terakhir, Yamaha bisa dikatakan kekurangan pembalap. Selain Quartararo, Yamaha mengandalkan Alex Rins sebagai pembalap mereka.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, performa Yamaha memang bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini berdampak pada posisi kedua pembalap mereka di klasemen MotoGP saat ini, di mana keduanya berada di papan bawah.
Menurut Bartolini, Yamaha sangat diuntungkan dengan kehadiran Quartararo. Ia menyebut prestasi Yamaha bakal jauh lebih jeblok jika tanpa pembalap asal Prancis tersebut.
Baca Juga: Audi Buka Pintu Bagi Mick Schumacher Balapan di F1 2025 Bersama Sauber
Bartolini mengakui bahwa performa motor Yamaha dua tahun terakhir sangat buruk. Namun berkat kecemerlangan Quartararo, motor tersebut bisa melaju lebih kencang di atas sirkuit.
“Ada resiko ketika anda memiliki pembalap bertalenta seperti Fabio. Dia adalah pembalap yang mampu beradaptasi dengan cepat pada semua keadaan dan ia mampu menutupi masalah yang ada pada motor anda,” ujar Bartolini kepada Sky.
“Kami mencoba untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari dirinya (Quartararo). Selain itu kami juga mencoba mencari input dari Alex Rins ketika ia mampu balapan dengan baik.”
Untuk membantu pengembangan motor mereka di tahun depan, Yamaha akan kedatangan dua pembalap baru di tahun depan. Mereka akan diperkuat oleh Jack Miller dan Miguel Oliveira.
Bartolini berharap dengan kehadiran kedua pembalap ini, pengembangan motor Yamaha bakal semakin cepat dan menghasilkan motor yang lebih prima.
“Saya selalu akrab dengan para pembalap kami. Memiliki banyak pembalap dengan latar belakang yang heterogen tentu akan banyak membantu kami,” sambung Bartolini.
“Sekarang tugas kami adalah bagaimana mengeksploitasi setiap karakteristik pembalap kami. Jika kami bisa memaksimalkan semuanya, maka saya yakin kami bisa tampil dengan baik,” pungkasnya.