
Sumber: Instagram @azzurri
SABANEWSID.com – Hasil undian grup Euro 2024 memasukkan nama Timnas Italia ke dalam grup neraka. Kendati demikian, tidak sedikitpun rasa pesimis terpancar dari sang juara bertahan tersebut.
Italia sendiri tidak begitu meyakinkan selama perjalanan babak kualifikasi Euro 2024 kemarin. Mereka baru bisa memastikan kelolosan pada laga pekan terakhir dengan hasil imbang kontra Ukraina.
Mereka hanya mampu finis di peringkat kedua, unggul head-to-head dari Ukraina yang menempati posisi ketiga. Mereka juga tertinggal enam angka dari Inggris yang keluar sebagai juara Grup C.
Baru-baru ini, undian fase grup Euro 2024 digelar. Hasil undian menunjukkan bahwa Italia berada dalam grup neraka yang dihuni Spanyol dan Kroasia. Tentu, kedua negara itu bukan mudah.
Namun Italia sama sekali tidak menunjukkan rasa pesimis. Luciano Spalletti selaku pelatih kembali mengingatkan publik bahwa mereka adalah Italia, salah satu negara yang disegani di kancah internasional dengan segala prestasinya.
Baca juga: Drawing Euro 2024: Jerman Berada Di Grup Mudah, Benarkan Demikian?
“Hasil undiannya bisa menjadi lebih baik, tapi kemudian kami harus menyadari ada di Pot 4. Dan jangan lupa bahwa kami adalah Italia,” kata Spalletti kepada RAI Sport usai melihat hasil undian.
Selain Spanyol dan Kroasia, Italia juga harus menghadapi tantangan dari tim kuda hitam, Albania. Spalletti menyadari bahwa negara satu ini tidak boleh dipandang dengan sebelah mata saja.
“Sulit untuk membuat prediksi sekarang, masih banyak bulan yang harus dilalui. Albania telah membuktikan bahwa mereka terorganisir dengan baik, sementara kami tahu masalah besar akan bergantung pada performa kami saat itu,” lanjutnya.
“Kroasia adalah tim yang kuat dan berpengalaman. Sejumlah pemain mereka sudah sedikit tua, tapi saya tahu beberapa dari mereka masih berada di level teratas.”
Yang pasti, Spanyol akan menjadi lawan terberat Gli Azzurri di fase grup ini. Mereka sudah pernah merasakan kekalahan dua kali di semifinal UEFA Nations League, tapi sempat menang pada babak semifinal Euro 2020 melalui drama adu penalti.
“Dalam pertandingan akan terjadi beragam momen di mana skuat harus bertahan, bahkan dengan 10 orang di tepi kotak penalti jika perlu, tapi niatannya selalu sama, yaitu bermain atraktif dan menyerang,” pungkasnya.
(Rai Sports)